Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tak Bayar Iran Sepeserpun, Kapal Jepang Maju Menembus Blokade Selat Hormuz

        Tak Bayar Iran Sepeserpun, Kapal Jepang Maju Menembus Blokade Selat Hormuz Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Jepang menegaskan tidak membayar biaya apa pun kepada Iran terkait keberhasilan kapal tanker minyak yang dikelola Eneos melintasi Selat Hormuz di tengah konflik kawasan Teluk Persia.

        Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi setelah kapal tanker berbendera Panama tersebut berhasil keluar dari kawasan Teluk Persia dan melanjutkan pelayaran menuju Jepang.

        Baca Juga: Begini Cara Kapal Jepang Bisa Lolos Melintasi Selat Hormuz di Tengah Perang Iran-Amerika Serikat

        Reuters melaporkan pemerintah Jepang memastikan seluruh proses dilakukan melalui jalur diplomasi tanpa pembayaran apa pun kepada Iran.

        Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi sebelumnya mengungkapkan dirinya secara langsung meminta Presiden Iran Masoud Pezeshkian agar kapal terkait Jepang diizinkan melintasi Selat Hormuz.

        “Setelah kapal terkait Jepang berhasil melintas pada 29 April, kami memandang keberhasilan pelayaran kali ini sebagai perkembangan positif lainnya dari perspektif perlindungan warga Jepang,” kata Takaichi.

        Menurut data pelacakan kapal LSEG, tanker yang dikelola Eneos membawa sekitar 1,2 juta barel minyak mentah Kuwait dan 700 ribu barel minyak Das Blend dari Uni Emirat Arab.

        Sementara itu, data Kpler memperkirakan kapal tersebut akan tiba di Jepang pada 3 Juni mendatang.

        Keberhasilan ini menjadi penting bagi Jepang mengingat negara tersebut sangat bergantung pada pasokan energi dari kawasan Teluk Persia. Sebelum konflik memanas pada akhir Februari, sekitar 95 persen impor minyak Jepang berasal dari kawasan tersebut.

        Selain tanker Eneos, kapal tanker Idemitsu Maru milik unit Idemitsu Kosan juga sebelumnya berhasil melintasi Selat Hormuz dengan persetujuan pemerintah Iran.

        Di tengah gangguan distribusi minyak akibat konflik, kilang-kilang Jepang kini mulai mengandalkan cadangan strategis minyak dan meningkatkan pasokan alternatif dari Amerika Serikat serta kawasan Kaspia.

        Baca Juga: Kemnaker Perluas Peluang Magang Teknis Indonesia ke Miyazaki Jepang

        Reuters juga melaporkan tingkat operasional kilang Jepang mulai pulih dan kini telah melampaui 70 persen untuk pertama kalinya sejak akhir Maret 2026.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: