Iran Siap Lanjutkan Perang dengan Amerika Serikat: Rakyat AS Akan Tanggung Akibatnya
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Iran menegaskan siap melanjutkan konflik militer dengan Amerika Serikat (AS) apabila negosiasi kedua negara tidak menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima Teheran.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di tengah meningkatnya tensi kawasan pasca gencatan senjata sementara.
Baca Juga: Sikap AS Bergeser, Donald Trump Setuju Tangguhkan Nuklir Iran Selama 20 Tahun
“Iran tetap siap untuk melanjutkan konflik militer langsung dengan Amerika Serikat jika negosiasi gagal menghasilkan hasil yang dapat diterima,” kata Araghchi seperti dikutip Al Jazeera, Senin (18/5/2026).
Araghchi juga menyoroti dampak ekonomi perang terhadap masyarakat Amerika Serikat.
Menurut dia, perang yang dimulai sejak 28 Februari lalu tidak hanya memukul kawasan Timur Tengah, tetapi juga mulai membebani rumah tangga warga AS.
“Rakyat AS diberitahu bahwa mereka harus menanggung biaya perang pilihan yang meroket terhadap Iran,” tulis Araghchi melalui media sosial X.
Ia menyebut harga energi dan inflasi di AS mengalami lonjakan signifikan sejak konflik berlangsung.
“Kesampingkan kenaikan harga bensin dan gelembung pasar saham, penderitaan sesungguhnya dimulai ketika utang AS dan suku bunga hipotek mulai melonjak. Tingkat tunggakan pinjaman mobil sudah mencapai level tertinggi dalam 30 tahun terakhir,” sambungnya.
Di tengah ketegangan itu, pemerintah Iran terus menggerakkan mobilisasi massa melalui demonstrasi malam hari yang disebut sebagai bagian dari upaya mempertahankan “kemenangan” melawan AS.
Media pemerintah Iran juga mulai meningkatkan propaganda perang dengan menampilkan siaran bernuansa militer dan seruan kesiapan menghadapi kemungkinan perang baru.
Baca Juga: Hubungan UEA-Iran Memanas, Abu Dhabi Bantah Terlibat Agresi AS dan Israel
Ketegangan terbaru ini muncul ketika negosiasi Iran-AS masih menemui jalan buntu, terutama terkait status dan penguasaan Selat Hormuz.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: