Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Dibuka Melemah, Tertekan Aksi Jual Pasca Sentimen Global dan Rebalancing

        IHSG Dibuka Melemah, Tertekan Aksi Jual Pasca Sentimen Global dan Rebalancing Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan pagi ini Senin (18/5/2026). Indeks turun 149,30 poin atau 2,22% ke level 6.574,018. Pelemahan terjadi sejak awal sesi seiring meningkatnya tekanan jual di sejumlah saham berkapitalisasi besar.

        Pada awal perdagangan, IHSG sempat dibuka di level 6.628 dan bergerak di rentang 6.572 hingga 6.631. Tekanan pasar terlihat dominan dengan jumlah saham turun mencapai 366 emiten, jauh lebih tinggi dibandingkan 129 saham menguat dan 206 saham stagnan.

        Nilai transaksi tercatat sekitar Rp1,06 triliun dengan volume perdagangan mencapai 1,39 miliar saham dalam lebih dari 135 ribu kali transaksi. Kondisi ini mencerminkan aktivitas pasar yang tetap aktif meski indeks mengalami koreksi tajam.

        IHSG pada pekan ini diprediksi masih berada dalam fase bearish dengan support berikutnya berada di area 6.640 hingga 6.538. Walaupun indikator mulai menunjukkan tanda awal bearish exhaustion, konfirmasi reversal masih belum terbentuk sehingga strategi defensif tetap menjadi pendekatan yang paling relevan dalam jangka pendek.

        Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, mengatakan untuk pekan 18-22 Mei 2026, fokus pasar masih akan tertuju pada implementasi MSCI Rebalancing menjelang effective date 29 Mei 2026. Volatilitas diperkirakan tetap tinggi, terutama pada sesi closing auction yang biasanya menjadi titik utama penyesuaian portofolio passive funds global.

        "Namun menariknya, di balik potensi outflow tersebut, terdapat peluang rotasi inflow menuju saham-saham yang diperkirakan mengalami peningkatan bobot indeks seperti BMRI, BRMS, PGAS, ADRO, INDF, hingga MTEL dan TOWR," kata dia dalam analisanya Senin (18/5/2026).

        Baca Juga: IHSG Masih Terjebak Fase Bearish, Ini Rekomendasi Saham dari Analis

        Baca Juga: IHSG Rontok 3,53% Usai Rebalancing MSCI, Asing Kabur Rp40 Triliun

        Selain itu, pasar juga mulai mengantisipasi potensi upgrade Korea Selatan dari Emerging Market menjadi Developed Market oleh MSCI, yang dalam jangka menengah dapat membuka peluang reallocation flow ke pasar emerging termasuk Indonesia.

        “IPOT melihat tekanan pasar saat ini lebih mencerminkan faktor teknikal dan mekanisme global rebalancing dibanding deteriorasi fundamental ekonomi domestik secara struktural. Dengan pertumbuhan GDP Indonesia kuartal I-2026 yang tetap solid di level 5,61%, pasar domestik sebenarnya masih memiliki fondasi fundamental yang cukup resilien," ungkap dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: