Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Penguatan Dolar Minim Dampak ke Desa, Kecuali Kedelai 90% Impor

        Penguatan Dolar Minim Dampak ke Desa, Kecuali Kedelai 90% Impor Kredit Foto: Instagram Hasbil Mustaqim Lubis
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Deputi Ekonomi Kreatif DPP Partai Demokrat, Hasbil Mustaqim Lubis, menyatakan sependapat dengan Presiden Prabowo Subianto bahwa penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah tidak berdampak besar pada masyarakat desa.

        Menurutnya, impor barang konsumsi di Indonesia masih tergolong rendah, sehingga penguatan dolar tidak terlalu terasa di pedesaan.

        "Saya sepakat apa yang disampaikan Presiden @prabowo, kurs dollar hari ini tidak terlalu berdampak di desa," ucapnya, dikutip dari akun X pribadinya, Senin (18/5).

        Ia menjelaskan, berdasarkan data, impor bahan konsumsi seperti buah, daging, pakaian, sepatu, ponsel, laptop, kosmetik, dan skincare hanya sekitar 9%. Pengecualian terjadi pada komoditas kedelai yang mencapai 90% impor.

        “Kenapa? Berdasarkan data yang ada, impor bahan konsumsi misalnya buah, daging, baju dan sepatu, ponsel, laptop, kosmetik dan skincare, angkanya baru 9%. Kecuali pada kedelai, 90% impor,” imbuhnya.

        Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa masyarakat di desa tidak banyak menggunakan dolar AS dalam kehidupan sehari-hari mereka.

        Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026), sebagai tanggapan atas tudingan sejumlah pihak yang menilai pelemahan rupiah terhadap dolar berpotensi menimbulkan krisis.

        "Saya yakin sekarang ada yang selalu entah apa saya tidak mengerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos, akan apa. Rupiah begini, dollar begini, orang rakyat di desa enggak pakai dollar kok," ungkapnya.

        Baca Juga: Boy Candra Sindir Prabowo: Rakyat Disuruh Joget di Tengah Rupiah Melemah

        Baca Juga: Membaca Pesan Tersembunyi di Balik Pernyataan Prabowo soal Dolar dan Rakyat Desa

        Menurutnya, kondisi Indonesia justru lebih aman dan stabil dibandingkan banyak negara lain yang tengah panik menghadapi persoalan pangan dan energi.

        “Pangan-energi aman ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke. Kita banyak, banyak yang diberikan Yang Mahakuasa,” katanya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: