Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta, Saiful Mujani, melayangkan kritikan tajam terhadap Presiden Prabowo Subianto di tengah anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Ia menyinggung pernyataan Prabowo yang menyebut masyarakat desa tidak menggunakan dolar dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk adu domba antara warga desa dan kota.
“Saham (IHSG) longsor, dolar makin mahal. Ga apa-apa, orang desa kan ga punya saham, dan ga pake dolar. Iya kan? Ilusi @prabowo adu domba warga desa vs orang kota, orang yang kekurangan vs orang kaya seperti dirinya. Slogan orang kaya membela orang miskin. Palsu,” tulis Saiful Mujani di akun X pribadinya, Senin (18/5).
Sebagai informasi, pada perdagangan Senin (18/5/2026), IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok lebih dari 4 persen. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah menyentuh Rp17.600.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa masyarakat di desa tidak banyak menggunakan dolar AS dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Baca Juga: IHSG Dibuka Merah, Menkeu Purbaya: Sehari Dua Hari Balik
Baca Juga: The Economist Sentil Prabowo: Berkulit Tipis, Tak Siap Fakta Pahit
Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026), sebagai tanggapan atas tudingan sejumlah pihak yang menilai pelemahan rupiah terhadap dolar berpotensi menimbulkan krisis.
"Saya yakin sekarang ada yang selalu entah apa saya tidak mengerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos, akan apa. Rupiah begini, dollar begini, orang rakyat di desa enggak pakai dollar kok," ungkapnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya