TUGU Tunggu Arahan Danantara soal Konsolidasi 15 Asuransi BUMN Jadi 3
Kredit Foto: Istimewa
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) menyatakan masih menunggu arahan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) terkait rencana konsolidasi perusahaan asuransi BUMN yang ditargetkan rampung dalam beberapa tahun ke depan. Pernyataan itu muncul di tengah percepatan rencana penggabungan sekitar 15–16 perusahaan asuransi dan reasuransi pelat merah menjadi tiga kelompok utama.
Manajemen Tugu Insurance menyebut perseroan belum dapat memberikan rincian lebih lanjut terkait skema penggabungan tersebut karena seluruh proses masih berada dalam koordinasi Danantara.
“Mungkin pertanyaan tersebut lebih tepat ditujukan kepada pihak Danantara, karena Tugu Insurance dalam hal ini mengikuti arahan dan kebijakan yang berlaku,” ujar manajemen Tugu Insurance kepada Warta Ekonomi, Senin (18/5/2026).
Rencana konsolidasi industri asuransi BUMN saat ini diarahkan untuk menyederhanakan struktur perusahaan menjadi tiga pilar bisnis, yakni asuransi jiwa, asuransi umum, serta asuransi kredit dan penjaminan.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria sebelumnya menyatakan proses penggabungan perusahaan asuransi BUMN dipercepat dan ditargetkan tuntas pada 2026.
“Kita punya 15 perusahaan asuransi yang saat ini sedang dilakukan proses konsolidasi. Tahun 2026 ini akan kami pushuntuk dilakukan (konsolidasi), hanya akan menjadi 3 perusahaan asuransi,” ujar Dony dalam acara “Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia” di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga: Bos AAJI Bongkar Biang Kerok Premi Asuransi Kesehatan Terus Naik
Baca Juga: Danantara Target Selesaikan Merger BUMN Aset Manajemen Bulan Ini
Menurut Dony, struktur konsolidasi akan dibagi ke dalam asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit. Namun khusus segmen kredit dan penjaminan, skema penggabungan masih dalam tahap pembahasan.
“Tapi yang asuransi kredit masih kami review juga. Nanti akan dibagi mana yang memang asuransi umum murni, mana yang penjaminan. Ini kami sedang diskusikan dengan OJK,” kata Dony.
Langkah tersebut akan melibatkan sejumlah perusahaan asuransi yang berada dalam ekosistem BUMN dan entitas afiliasi. Pada kelompok asuransi jiwa terdapat PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), PT BNI Life Insurance, PT BRI Asuransi Jiwa (BRI Life), PT Pertalife, PT Taspen Life, dan PT Mandiri Inhealth Indonesia.
Sementara kelompok asuransi umum meliputi PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT BRINS, PT Tripakarta, PT Jasa Raharja Putera, dan PT Bina Griya Upakara.
Adapun segmen asuransi kredit dan penjaminan mencakup Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) serta PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo).
Di sisi regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya menyatakan belum menerima dokumen resmi terkait rencana merger tersebut.
Baca Juga: Pertaruhan Negara Merestrukturisasi BUMN Lewat Danantara
Baca Juga: Dony Oskaria Beri Peringatan Keras Bos BUMN soal Risiko Gagal Transformasi
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan hingga pertengahan tahun lalu belum ada pengajuan formal dari pemerintah maupun Danantara.
“Sampai saat ini kami masih belum menerima dokumen resmi dari pemerintah ataupun Danantara,” ujar Ogi dalam konferensi pers RDKB Juni 2025 pada Senin (4/8/2025).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: