Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.599, Terseret Pelemahan Rupiah dan Spekulasi BI Rate

        IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.599, Terseret Pelemahan Rupiah dan Spekulasi BI Rate Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan pagi ini Selasa (19/5/2026). Berdasarkan data RTI Business, indeks turun 20,21 poin atau 0,31% ke level 6.579 pada awal sesi perdagangan. Indeks sempat bergerak di rentang 6.577– 6.612.

        Sejak pembukaan, tekanan jual langsung terlihat di pasar. IHSG dibuka di level 6.599 sebelum melemah mengikuti aksi profit taking investor.

        Aktivitas transaksi tercatat masih cukup aktif dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp495,35 miliar dari volume perdagangan 809,93 juta saham dan frekuensi transaksi sebanyak 74.050 kali.

        Secara pergerakan saham, pasar masih menunjukkan keseimbangan. Di mana 253 saham menguat 145 saham melemah dan 247 saham stagnan. Adapun nilai mapitalisasi pasar tercatat berada di kisaran Rp11.507 triliun.

        Senior Technical AnalystMirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menyampaikan berdasarkan analisa teknikal, IHSG masih terlihat oversold berdasarkan indikator RSI dan sudah berhasil menguji target “wave 5 / A”. Sementara itu, Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif, namun volume mulai mengalami penaikan.

        "Market cenderung merespons pergerakan Rupiah yang cenderung terdepresiasi tajam hingga menembus pada kisaran Rp17.668–Rp17.681 per dolar AS. Hal ini menjadi salah satu rekor terendah yang memicu kekhawatiran atas meningkatnya persepsi risiko terhadap pasar aset Indonesia," kata dia dalam analisanya.

        Nafan menyebut melemahnya rupiah ini menyebabkan terjadinya spekulasi kuat di pasar bahwa BI berpeluang besar menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 bps menjadi 5% dalam RDG BI yang dijadwalkan berlangsung pada 19–20 Mei 2026. Hal ini dilakukan demi mengintervensi pelemahan Rupiah, dan bila direspons positif bisa menahan kejatuhan indeks lebih dalam. 

        Di sisi lain, pergerakan IHSG pada hari ini juga akan diwarnai oleh sikap antisipatif investor terhadap sentimen rebalancing indeks global seperti MSCI dan FTSE.

        Baca Juga: Rupiah dan IHSG Jeblok, DPR Desak BI Ambil Langkah Cepat

        Baca Juga: BEI dan OJK Pelototi Pergerakan Investor Asing Usai MSCI dan Pelemahan IHSG

        Sementara dari global, dinamika tensi geopolitik AS-Iran masih menjadi sentimen utama bagi market. Adapun Washington dan Teheran telah melakukan perubahan pada proposal masing-masing untuk mengakhiri perang, meskipun hal ini masih tetap jauh dari kesepakatan diplomatik. 

        "Bahkan Presiden Trump menegaskan untuk menunda serangan militer terhadap Iran yang direncanakan untuk hari Selasa ini," pungkas dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: