Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Viral Harga Jual LPG di Kopdes Merah Putih: Mimpi Buruk Tukang Getok

        Viral Harga Jual LPG di Kopdes Merah Putih: Mimpi Buruk Tukang Getok Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Nganjuk, Jawa Timur, menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung gerai tersebut pada Sabtu (16/5/2026). Perhatian netizen tertuju pada harga LPG 3 kilogram yang disebut dijual hanya Rp16.000 per tabung.

        Harga gas melon yang dinilai lebih murah dibanding harga eceran umum itu langsung memicu perdebatan di media sosial. Sebagian netizen memuji langkah koperasi desa yang dianggap mampu menjual barang subsidi sesuai harga resmi pemerintah.

        Baca Juga: Menkop Tindak Lanjuti Masukan Masyarakat Soal Kondisi dan Lokasi Kopdes Merah Putih

        Akun X @ruliemaulana menyebut harga tersebut menjadi bukti bahwa koperasi desa dapat memangkas praktik permainan harga di tingkat pengecer.

        “Bagus banget ini. Artinya semua barang subsidi di koperasi merah putih itu dijual dengan harga resmi. Yang nggak suka cuma spekulan tukang timbun dan tukang getok harga ke orang yang lagi butuh,” tulisnya.

        Komentar tersebut kemudian mendapat dukungan dari netizen lain yang menilai praktik penjualan di luar harga resmi selama ini membebani masyarakat kecil.

        “Tujuannya memang mereka kapitalis rakus itu yang akan ditertibkan. Yang naikkan harga suka-suka, bikin rakyat Indonesia tambah miskin karena semua kebutuhan pokok mereka mahalin,” balas salah satu netizen.

        Namun, tidak sedikit pula netizen yang mempertanyakan apakah harga murah tersebut benar-benar berlaku secara luas atau hanya ditampilkan saat kunjungan Presiden.

        “Problemnya adalah itu cuma performative aja ke presiden, di luar sana harga LPG dijual 2x lipat,” tulis netizen lain.

        Ada pula warga yang mempertanyakan mekanisme pengawasan harga LPG subsidi di lapangan.

        “Jadi kalau kita beli nggak dapat harga segitu, sebaiknya lapor ke mana Pak?” tanya salah satu pengguna X.

        Selain soal LPG, netizen juga menyoroti produk-produk lain yang dijual di KDMP. Sebagian menilai koperasi desa seharusnya lebih fokus menjual kebutuhan pokok dan produk UMKM lokal.

        “Yang aneh ada KDMP yang jualan produk-produk non BUMN kayak ciki-ciki dan sebagainya, yang bisa juga dibeli di Indo-Alfa,” tulis netizen lainnya.

        Viralnya harga LPG Rp16.000 di KDMP Nganjuk memunculkan diskusi lebih luas mengenai efektivitas koperasi desa sebagai jalur distribusi barang subsidi dan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

        Baca Juga: Purbaya Pasang Badan, Kritik MBG dan Kopdes Dibalas Menohok

        Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri tengah didorong pemerintah sebagai upaya memperkuat ekonomi desa sekaligus memperpendek rantai distribusi agar harga barang kebutuhan masyarakat lebih terkendali.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: