Israel Cegat Armada Bantuan Gaza, Netanyahu Sebut 'Rencana Jahat'
Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pasukan komando negaranya telah menghentikan armada bantuan kemanusiaan yang menuju Gaza. Ia menyebut misi tersebut sebagai “rencana jahat” untuk membongkar blokade terhadap Hamas.
Pencegatan dilakukan di perairan internasional, sekitar 250 mil laut dari pantai Gaza. Armada tersebut diketahui terdiri dari lebih dari 50 kapal yang membawa aktivis dan tenaga medis dari berbagai negara.
“Kami menghentikan armada yang menuju ke teroris di Gaza,” tulis Netanyahu.
Ia juga meminta pasukan untuk “terus berlanjut sampai akhir” dalam operasi tersebut.
Netanyahu menilai armada itu sebagai upaya untuk memecah isolasi yang diberlakukan Israel terhadap wilayah Gaza. Pernyataan ini menegaskan posisi Israel yang melihat misi tersebut sebagai ancaman keamanan.
Namun di sisi lain, pihak Armada Global Sumud Flotilla menyampaikan tudingan berbeda. Mereka menilai tindakan Israel sebagai pelanggaran hukum internasional.
“Kapal-kapal militer saat ini mencegat armada kami dan pasukan Israel menaiki kapal pertama kami di siang bolong,” tulis pihak armada.
Mereka juga menuntut jaminan jalur aman untuk misi kemanusiaan.
Siaran langsung dari kapal menunjukkan pasukan Israel naik ke dek saat para aktivis duduk dengan tangan terangkat. Momen tersebut memperlihatkan situasi tegang di tengah laut.
Israel sebelumnya telah meminta armada tersebut membatalkan perjalanan. Pemerintah Israel menyebut misi itu sebagai bentuk provokasi.
Insiden ini bukan yang pertama terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, armada bantuan serupa juga dihentikan di dekat wilayah Yunani.
Penyelenggara misi menyatakan tujuan utama mereka adalah menarik perhatian dunia terhadap kondisi Gaza. Wilayah tersebut masih menghadapi krisis kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan.
Blokade yang berlangsung lama membuat akses bantuan ke Gaza menjadi terbatas. Upaya pengiriman bantuan pun kerap menghadapi hambatan.
Menurut otoritas kesehatan setempat, puluhan ribu korban jiwa telah tercatat sejak konflik memanas. Kondisi ini memperkuat urgensi bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: