Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Mentan Amran Bongkar Dampak Rupiah Melemah, Petani Justru Ketiban Untung?

        Mentan Amran Bongkar Dampak Rupiah Melemah, Petani Justru Ketiban Untung? Kredit Foto: Kementan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak sepenuhnya berdampak buruk. Menurutnya, kondisi tersebut justru memberi keuntungan bagi sektor pertanian, terutama petani yang terlibat dalam komoditas ekspor.

        Amran menjelaskan, sejumlah produk pangan Indonesia seperti bawang merah, daging ayam, hingga telur ayam kini semakin diuntungkan karena nilai ekspornya meningkat seiring penguatan dolar AS.

        Dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, dilansir Rabu (20/5/2026), Amran memaparkan bahwa ekspor pertanian sepanjang 2025 naik signifikan hingga 28,26 persen.

        "Kan kemarin Rp16.700 (dolar AS menguat). Tahun lalu kan? Mau lihat dampaknya pertanian? Nih, ekspor kita. Jadi kita pakai data. Karena petani sederhana, karena ini menguntungkan situasi, tanamannya dipupuk dengan baik, dipelihara dengan baik, hamanya dijaga dengan baik, airnya dijaga dengan baik," kata Amran.

        Baca Juga: Publik Jangan Panik! Purbaya Jelaskan Bedanya Kondisi Ekonomi 2026 dan Krisis 1998

        Ia menyebut kenaikan ekspor pertanian bahkan mencapai ratusan triliun rupiah berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik.

        "Nah hasilnya ini. Ini kesimpulan aja ini, naik Rp166 triliun. Ini ekspor pertanian dan ini data BPS," ujarnya.

        Menurut Amran, kondisi tersebut sekaligus menjelaskan maksud pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyebut masyarakat desa tidak terlalu terdampak gejolak dolar AS.

        "Inilah yang dimaksud Bapak Presiden bahwa ada dampaknya iya, tetapi dampak positifnya, di desa khususnya, di desa kan petani kan? Dampak positifnya jauh lebih tinggi. Nah kita pakai data. Anda boleh cross check ini data nanti," tuturnya.

        Meski demikian, Amran mengakui pelemahan rupiah tetap memberi tekanan pada sejumlah komoditas pangan yang masih bergantung pada impor, seperti bawang putih, kedelai, dan daging sapi.

        Ia mengingatkan, bawang putih dan kedelai masih sekitar 90 persen dipenuhi dari impor sehingga fluktuasi dolar tetap memengaruhi harga di dalam negeri.

        "Yang dimaksud bahwa Pak Presiden tentu itu ada pengaruhnya. Katakanlah bawang putih ada pengaruhnya ya," imbuh Amran.

        Baca Juga: DPR Curiga Rupiah Sengaja Dibiarkan Melemah, Begini Jawaban Bos BI

        Sebelumnya, Presiden Prabowo sempat menjadi sorotan usai menyampaikan pernyataan mengenai masyarakat desa yang tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari. Pernyataan itu disampaikan saat meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk pada Sabtu (16/5/2026).

        "Saya yakin sekarang ada yang selalu entah apa saya tidak mengerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos, akan apa. Rupiah begini, dollar begini, orang rakyat di desa enggak pakai dollar kok," ungkapnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: