Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Nilai Serangan ke Iran Kesalahan Fatal, Amerika: Kesepakatan Nuklir Tak Ada, Selat Hormuz Belum Dibuka

        Nilai Serangan ke Iran Kesalahan Fatal, Amerika: Kesepakatan Nuklir Tak Ada, Selat Hormuz Belum Dibuka Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Panglima Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Brad Cooper terlibat adu argumen panas dengan anggota Kongres AS dari Partai Demokrat, Seth Moulton, terkait perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran.

        Dalam sidang di DPR AS, Moulton mempertanyakan strategi Washington untuk memenangkan perang yang menurutnya justru menunjukkan tanda-tanda kegagalan.

        Baca Juga: Kesabaran Trump Ada Batasnya, Amerika Bisa Lancarkan Serangan Menyeluruh ke Iran

        Moulton, yang pernah bertugas di Korps Marinir AS saat perang Irak, menyebut kondisi saat ini menunjukkan bahwa AS berada di posisi yang merugi.

        “Kita tidak punya kesepakatan nuklir. Kita juga belum membuka Selat Hormuz,” kata Moulton.

        Ia menilai perang melawan Iran tidak berjalan sesuai harapan pemerintah AS dan mulai memakan biaya serta korban besar.

        “Perang ini tampaknya tidak berjalan baik, dan saya ingin tahu berapa banyak lagi warga Amerika yang harus mati untuk kesalahan ini,” ujarnya.

        Pernyataan itu langsung memancing reaksi keras dari Cooper yang dikenal memiliki sikap tenang dalam berbagai sidang militer.

        Menurut laporan, Cooper terlihat marah dan menyebut pernyataan Moulton tidak pantas disampaikan dalam forum tersebut.

        “Saya pikir itu adalah pernyataan yang sepenuhnya tidak pantas dari Anda,” balas Cooper.

        Sebelumnya, Cooper tetap mempertahankan posisi pemerintah AS dengan mengatakan bahwa militer telah mencapai seluruh target operasional dalam perang melawan Iran.

        Ia juga menegaskan bahwa meskipun gencatan senjata sedang berlangsung, militer AS tetap bersiaga menghadapi berbagai kemungkinan eskalasi baru.

        “Kami siap menghadapi berbagai kemungkinan situasi,” katanya.

        Dalam sidang yang sama, Cooper juga menghindari tanggung jawab langsung atas serangan AS terhadap sebuah sekolah di Iran pada 28 Februari lalu yang dilaporkan menewaskan sekitar 170 warga Iran, sebagian besar anak-anak.

        Baca Juga: Pasar Saham Iran Kembali Dibuka Setelah Penutupan Selama 80 Hari Pascaserangan AS-Israel

        Perdebatan di Kongres tersebut memperlihatkan mulai munculnya kritik terbuka dari internal politik AS terhadap kebijakan perang Presiden Donald Trump terhadap Iran di tengah situasi Timur Tengah yang semakin memanas.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: