Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Amerika Hanya Berikan Dua Opsi ke Iran, JD Vance: Kami Sudah 'Locked and Loaded'

        Amerika Hanya Berikan Dua Opsi ke Iran, JD Vance: Kami Sudah 'Locked and Loaded' Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menegaskan pemerintahan Donald Trump siap kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran apabila negosiasi terkait program nuklir Teheran gagal mencapai kesepakatan.

        Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa waktu setempat, Vance mengatakan Washington tetap mengutamakan jalur diplomasi. Namun, AS disebut telah menyiapkan opsi militer jika pembicaraan menemui jalan buntu.

        Baca Juga: Amerika Klaim Perang Iran Akan Segera Berakhir: Teheran Sangat Ingin Berdamai

        “Dibutuhkan dua pihak untuk berdansa. Kami tidak akan memiliki kesepakatan yang memungkinkan Iran mempunyai senjata nuklir,” kata Vance.

        Ia menegaskan pemerintahan Trump telah berada dalam posisi siap tempur jika situasi memaksa AS mengambil langkah militer.

        “Seperti yang baru saja dikatakan presiden kepada saya, kami sudah locked and loaded,” ujarnya.

        Meski demikian, Vance menyebut pemerintah AS sebenarnya tidak ingin kembali terlibat dalam perang terbuka dengan Iran.

        “Kami tidak ingin menempuh jalur itu. Tetapi presiden bersedia dan mampu menempuh jalur tersebut jika memang harus,” lanjutnya.

        Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan terkait program nuklir Iran, hanya beberapa hari setelah Trump mengungkapkan dirinya menunda serangan besar terhadap Iran demi memberi ruang lebih banyak bagi proses negosiasi.

        Vance mengatakan pemerintah AS percaya Iran masih ingin mencapai kesepakatan dengan Washington dan mengklaim negosiator AS telah bertindak dengan itikad baik.

        “Kami pikir Iran ingin membuat kesepakatan. Presiden Amerika Serikat meminta kami untuk bernegosiasi dengan itikad baik. Dan itulah yang kami lakukan,” katanya.

        Namun, ia menegaskan diplomasi tidak akan mengubah sikap utama AS yang menolak Iran memiliki senjata nuklir.

        “Ada opsi B, dan opsi B adalah kami bisa memulai kembali kampanye militer untuk terus menjalankan tujuan Amerika,” ujar Vance.

        “Tetapi itu bukan yang diinginkan presiden. Dan saya rasa itu juga bukan yang diinginkan Iran,” sambungnya.

        Sebelumnya, Trump mengungkapkan dirinya telah menunda apa yang disebutnya sebagai “serangan sangat besar” terhadap Iran.

        “Kami sedang bersiap melakukan serangan yang sangat besar pada Selasa, dan saya menundanya untuk sementara waktu, mudah-mudahan mungkin selamanya,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

        Trump juga mengaku pembicaraan terbaru dengan pejabat Iran memunculkan harapan tercapainya terobosan diplomatik.

        Baca Juga: Nilai Serangan ke Iran Kesalahan Fatal, Amerika: Kesepakatan Nuklir Tak Ada, Selat Hormuz Belum Dibuka

        “Tampaknya ada peluang yang sangat bagus bahwa mereka bisa menyelesaikan sesuatu. Jika kita bisa melakukan itu tanpa membombardir mereka habis-habisan, saya akan sangat senang,” ujar Trump.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: