Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Siapkan Radar dan Satelit Canggih, Pejabat Nakal Bakal Disikat!

        Prabowo Siapkan Radar dan Satelit Canggih, Pejabat Nakal Bakal Disikat! Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada seluruh pejabat agar segera membersihkan birokrasi dari praktik pungutan liar, korupsi, dan penyalahgunaan kewenangan. Prabowo menegaskan pemerintah kini menyiapkan teknologi canggih untuk membongkar berbagai praktik penyelewengan tersebut.

        Peringatan itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu (20/5/2026). Ia menyebut pemerintah pusat memiliki instrumen teknologi mutakhir untuk memonitor dan mendeteksi dugaan penyalahgunaan anggaran maupun aset secara cepat.

        Pemerintah akan mengintegrasikan teknologi pertahanan tingkat tinggi seperti radar bawah tanah canggih hingga satelit resolusi tinggi untuk membongkar penyembunyian kekayaan ilegal dan bunker terselubung.

        "Kalau ada pejabat masih coba korupsi, cepet ketahuan. Sekarang ada teknologi, ada radar bisa kita pakai, kita bisa lihat bawah tanah, jadi saudara yang punya bungker bungker disembunyikan nanti kita ketemu juga kekayaanmu," tuturnya. 

        "Sekarang sudah ada satelit, nggak usah cek fisik, kita bisa foto. Tiap pohon kita bisa foto, pohon per pohon bisa kita foto, jadi kau mau nipu bagaimana kita akan ketemu penipuan kau," imbuhnya. 

        Baca Juga: Prabowo Bongkar Kebocoran Kekayaan RI: Ini Penyebab Gaji Guru dan ASN Kecil

        Oleh karena itu, Prabowo meminta seluruh pimpinan kementerian dan lembaga tidak ragu mengambil tindakan terhadap aparatur yang melanggar hukum.

        "Saya ingatkan kepada kepala badan, menteri, pemimpin-pemimpin lembaga negara pemerintah untuk segera mengambil inisiatif membersihkan birokrasinya masing-masing jangan ragu-ragu, yang melanggar tindak,” kata Prabowo.

        Presiden juga mengingatkan seluruh ASN agar bekerja dengan benar dan tidak merasa aman hanya karena sudah berstatus pegawai negeri.

        Pemerintah pun menyiapkan langkah tegas berupa pencopotan hingga penonaktifan ASN yang terbukti terlibat praktik korupsi maupun penyalahgunaan jabatan.

        "Tidak ada orang yang tidak bisa diganti, rakyat menuntut pemerintah yang benar dan baik, jangan mentang-mentang sudah jadi ASN tidak bisa diberhentikan," tegas Prabowo.

        Menurut Prabowo, birokrasi yang lamban, sarat pungli, dan dipenuhi permainan oknum menjadi salah satu penghambat serius pertumbuhan ekonomi nasional. Dampaknya dirasakan mulai dari investasi, pelayanan publik, hingga distribusi anggaran negara.

        Baca Juga: Presiden Prabowo: Terima Kasih PDIP Berjasa untuk Demokrasi

        Karena itu, ia meminta seluruh kepala daerah mulai dari tingkat kabupaten, kota hingga provinsi melakukan bersih-bersih internal secara besar-besaran.

        Prabowo juga mengingatkan para menterinya untuk mewaspadai akal-akalan birokrat yang sudah lama berada di dalam sistem pemerintahan.

        "Saya ingatkan ya semua menteri tertibkan birokrasimu ke bawah. Waspada birokrat-birokrat itu karena dia pengalamannya lama," ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: