Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Penjelasan Purbaya Terkait Sentmen Badan Ekspor Baru yang Bikin IHSG Rontok

        Penjelasan Purbaya Terkait Sentmen Badan Ekspor Baru yang Bikin IHSG Rontok Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan respons terkait anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasca-pembentukan badan ekspor khusus Sumber Daya Alam (SDA). Pada perdagangan Rabu (20/5/2026), IHSG ditutup merosot 3,46% ke level 6.370.

        Purbaya menilai pelemahan tersebut terjadi karena pelaku pasar belum memahami dampak langsung dari pembentukan badan ekspor baru tersebut. Menurutnya, koreksi ini hanyalah sentimen sesaat.

        "Kan kalau ada ketidakpastian, biasanya takut (dan) jual dulu. Tapi kalau mereka nanti mengerti dampak yang sebetulnya seperti apa, harganya akan naik," ungkap Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/5/2026)

        Purbaya menuturkan bahwa kehadiran badan khusus ekspor di bawah PT Danantara Sumberdaya Indonesia justru akan membawa dampak positif bagi transparansi dan kinerja emiten. Badan ini dibentuk untuk menekan praktik kecurangan perdagangan seperti manipulasi invoice atau under-invoicing.

        "Karena gini, nanti under-invoicing kan akan tertutup dengan adanya badan ekspor itu. Jadi tadi yang biasa jadi uang jadi mainnya oleh pemilik, karena perusahaan yang di luar negeri punya pemilik kan. Sekarang bisa harusnya terrefleksi langsung di penjualan mereka yang murni.a," jelas Purbaya.

        Baca Juga: Danantara Disorot, Ekonom Bongkar Misi Besar di Balik Badan Ekspor Baru

        Baca Juga: Prabowo Resmi Umumkan Pembentukan Badan Ekspor untuk Cegah Praktik Underinvoicing

        Dengan hilangnya praktik under-invoicing, pendapatan riil perusahaan akan tercatat sepenuhnya di dalam negeri. Hal ini otomatis akan mendongkrak profitabilitas perusahaan yang melantai di bursa.

        "Jadi perusahaannya juga akan untung. Harusnya bisa double untungnya yang legal di bursa yang dilaporkan ya. Jadi harusnya ini akan meningkatkan valuasi dari perusahaan-perusahaan yang sedih bulsa. Pasti pelan-pelan akan naik secara signifikan," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Dwi Aditya Putra

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: