Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan Kamis (21/5/2026). IHSG hingga 15:03 WIB melemah 216,12 poin atau 3,42% ke level 6.102,38 di tengah aksi jual yang melanda mayoritas saham dan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar.
Menanggapi tekanan pasar tersebut, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir menilai pelemahan IHSG terjadi karena investor masih menunggu kepastian terhadap perkembangan pasca pengumuman kebijakan pemerintah.
“IHSG jatuh setelah pengumuman, tentunya sama kalau IHSG, mereka kan juga, ini kan mereka perlu mencari certainty juga, pengen tahu hasilnya. Ya insya Allah pasti baik lah, kan kita pasti akan melihat market, marketnya penting,” ujar Pandu di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Ia menyatakan tetap optimistis kondisi pasar dapat membaik dalam waktu dekat seiring meningkatnya kejelasan arah kebijakan dan respons pasar.
“Optimis secepatnya,” kata Pandu.
Baca Juga: Penjelasan Purbaya Terkait Sentmen Badan Ekspor Baru yang Bikin IHSG Rontok
Baca Juga: Danantara Pastikan Danantara Sumberdaya Tak Ganggu Pasar Sawit dan Batu Bara
Adapun, data perdagangan menunjukkan tekanan terjadi hampir sepanjang sesi. IHSG sempat dibuka di level 6.366,49 dan bergerak turun hingga menyentuh level terendah 6.080,95. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 708 saham melemah, hanya 83 saham menguat, dan 168 saham stagnan.
Nilai transaksi tercatat Rp14,56 triliun dengan volume perdagangan mencapai 28,14 miliar saham dan frekuensi transaksi 1,85 juta kali.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: