Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PLN EPI Kantongi Kontrak Gas dan LNG Rp360 Triliun di IPA Convex 2026

        PLN EPI Kantongi Kontrak Gas dan LNG Rp360 Triliun di IPA Convex 2026 Kredit Foto: PLN Epi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Subholding PT PLN (Persero), PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), menandatangani empat kerja sama strategis sektor gas dan LNG dalam ajang The 50th Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026. Kesepakatan tersebut mencakup dua Heads of Agreement (HoA) LNG dan dua Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) guna memperkuat pasokan energi primer bagi pembangkit listrik PLN Group.

        Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengatakan PLN kini bertransformasi tidak hanya sebagai perusahaan penyedia listrik, tetapi menjadi perusahaan energi berbasis digital yang mengintegrasikan ekosistem energi primer hingga layanan pelanggan.

        “PLN terus mendukung pengembangan lapangan gas dengan menjadi pembeli jangka panjang untuk memastikan keekonomian hulu migas terpenuhi. Keberlangsungan industri gas menjadi sangat penting dalam memastikan penyediaan listrik yang andal, efisien dan lebih hijau,” kata Darmawan dalam keterangannya, Kamis (22/5).

        Dalam penandatanganan tersebut, PLN EPI menjalin HoA LNG dengan South Hub LNG untuk pasokan dari wilayah kerja Muara Bakau, East Sepinggan, Ganal, dan West Ganal selama periode 2027–2037. Total volume yang disepakati mencapai 11 juta ton metrik (MT) atau setara sekitar 190 kargo LNG.

        Selain itu, PLN EPI juga meneken HoA LNG dengan Masela PSC Contractor Parties untuk kontrak berdurasi 15 tahun sejak proyek memasuki Commercial Operation Date (COD) sekitar 2032. Volume LNG yang disepakati mencapai 37,5 MT atau setara 640 kargo LNG.

        Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia, Rakhmad Dewanto, mengatakan kontrak jangka panjang LNG tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan energi primer sekaligus mendukung transisi energi berbasis gas.

        "Penandatanganan kedua kontrak jual beli LNG jangka panjang ini memastikan adanya tambahan 48,5 juta ton atau sekitar 840 kargo LNG untuk periode 2027 - 2047 dalam mendukung transisi dan ketahanan energi nasional," ujar Rakhmad.

        Ia menambahkan, nilai transaksi dari kesepakatan tersebut diperkirakan mencapai Rp360 triliun dan diharapkan menjadi katalis pengembangan lapangan gas baru di Indonesia.

        "Dengan perkiraan nilai transaksi sebesar 360 triliun rupiah, kesepakatan ini akan menjadi salah satu pembuka jalan pengembangan lapangan gas baru baik di Masela yang ada di Maluku maupun lapangan gas Muara Bakau, East Sepinggan, Ganal dan West Ganal di Kalimantan Timur. Kolaborasi PLN EPI dan produsen gas merupakan langkah nyata untuk memperkuat ketahanan energi nasional," lanjutnya.

        Baca Juga: PLN Gandeng Kejati Jabar Kawal Proyek Listrik dan Dorong Investasi

        Baca Juga: Bisa Hemat Jutaan Rupiah, Ini Cara Dapat Diskon Tambah Daya Listrik Lewat PLN Mobile

        Selain kontrak LNG, PLN EPI juga menandatangani PJBG dengan Saka Indonesia Pangkah Limited untuk memasok gas sebesar 7–10 MMSCFD ke PLTGU Gresik pada periode 2026–2029. PLN EPI juga melakukan amendemen PJBG dengan PT Pertamina (Persero) untuk kebutuhan pembangkit listrik di Tanjung Batu dan Bontang.

        Menurut Rakhmad, amendemen dilakukan untuk mengakomodasi penetapan alokasi gas dari Kementerian ESDM tanpa mengubah volume maupun harga kontrak.

        “PLN EPI terus memperkuat sumber pasokan energi primer yang andal dan kompetitif agar kebutuhan pembangkit dapat terpenuhi secara berkelanjutan sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan energi nasional,” kata Rakhmad.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: