Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sentil PDIP dan Golkar di Pidato RAPBN 2027, Ini Makna Pesan Politik Berlapis Presiden Prabowo

        Sentil PDIP dan Golkar di Pidato RAPBN 2027, Ini Makna Pesan Politik Berlapis Presiden Prabowo Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam agenda penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 di Gedung DPR RI masih menjadi sorotan publik. Salah satu bagian yang menyita perhatian adalah pesan politik tersirat yang ditujukan khusus kepada PDI Perjuangan dan Partai Golkar.

        Pengamat Politik Hendri Satrio menilai komunikasi yang ditampilkan dalam forum resmi tersebut tidak bisa dibaca secara mentah-mentah. Menurutnya, interpretasi pernyataan politik di ruang publik akan selalu melampaui teks atau kalimat yang diucapkan secara langsung.

        “Dalam politik, satu pesan saja bisa diartikan dalam jutaan persepsi berbeda. Yang harus diperhatikan bukan hanya kata-katanya, tetapi juga mimik, senyuman, nada bicara, serta konteks keseluruhan,” ujar Hendri Satrio kepada wartawan, Minggu, 24 Mei 2026.

        Hendri menambahkan bahwa sikap yang ditunjukkan oleh Prabowo terhadap PDIP memperlihatkan kelihaian dalam memainkan peran emosional. Sebagai partai oposisi, PDIP mendapatkan perlakuan komunikasi yang cukup unik.

        Prabowo di satu sisi menunjukkan kelapangan dada, namun di sisi lain menyelipkan keresahan atas tajamnya kritik dari PDIP. Presiden sempat menyampaikan bahwa kadang pilu hati mendengar kritik PDI Perjuangan yang sangat keras dan tajam terhadap program pemerintah.

        “Pesan tersiratnya kurang lebih kan seperti ini, 'terima kasih sudah mengawasi, tapi jangan terlalu mengganggu jalannya program-program prioritas pemerintahan,' Walau politisi bilang pujian tersebut tulus dan dari lubuk hati paling dalam, tapi itu pasti bermakna jutaan," kata Hendri.

        Tidak hanya pihak oposisi, Partai Golkar juga tak luput dari sorotan Presiden. Eks Danjen Kopassus tersebut sempat bernostalgia tentang rumitnya birokrasi pemerintahan saat menyampaikan pidato kenegaraannya.

        Prabowo menyentil kebiasaan pejabat yang kerap meminta tanda tangan di waktu yang tidak ideal seperti pada sore hari. Dalam anekdotnya tersebut, Presiden secara terbuka menyebut nama tokoh Golkar seperti Bahlil Lahadalia hingga Airlangga Hartarto.

        “Saat Pak Prabowo bercerita soal birokrat yang datang sore hari minta tanda tangan padahal kita sudah capek, lalu dia bilang 'banyak dari Golkar yang senyum, berarti pengalamannya banyak', sambil nyebut nama Bahlil Lahadalia dan Airlangga Hartarto, dan mengaku dirinya juga mantan Golkar, itu bukan sekadar bercandaan ringan," jelas Hendri.

        Hendri menilai cerita tersebut merupakan cara halus Presiden untuk mengakui pengalaman panjang Partai Golkar di dalam birokrasi dan pemerintahan Indonesia. Sentilan itu sekaligus mengingatkan bahwa Golkar adalah partai politik yang paling memahami cara kerja mesin pemerintahan nasional.

        Baca Juga: Jokowi Konsisten Dukung Dua Periode untuk Prabowo-Gibran

        Secara keseluruhan, pidato ini dinilai telah memperlihatkan kepiawaian Prabowo dalam berkomunikasi politik di depan publik. Setiap kalimat yang dilemparkan dinilai memiliki fungsi ganda.

        "Intinya, seperti biasa dalam politik, semua ucapan politisi itu bersayap. Satu kalimat sentilan bisa menjadi apresiasi sekaligus pengingat, sekaligus sindiran halus, tergantung siapa yang mendengar dan seberapa dalam ia membaca konteksnya," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: