Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Danantara Bentuk Holding Kawasan Industri Indonesia untuk Tarik Investor

        Danantara Bentuk Holding Kawasan Industri Indonesia untuk Tarik Investor Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara resmi membentuk holding baru bernama Kawasan Industri Indonesia. Pembentukan entitas tersebut menjadi bagian dari restrukturisasi badan usaha milik negara (BUMN) guna memperkuat pengelolaan kawasan industri sekaligus meningkatkan daya tarik investasi nasional.

        Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan holding baru itu dibentuk agar pengelolaan kawasan industri bisa berjalan lebih fokus dan profesional. Menurut dia, selama ini pengelolaan kawasan industri masih bercampur dengan lini bisnis lain sehingga dinilai belum optimal.

        “Namanya nanti Kawasan Industri Indonesia, holding baru yang khusus mengurusi seluruh kawasan kita. Nanti kawasan industri kita ini akan menjadi salah satu harapan kita untuk menarik investor masuk,” kata Dony.

        Dony menilai penguatan kawasan industri menjadi faktor penting untuk meningkatkan minat investor masuk ke Indonesia. Dengan model pengelolaan yang lebih terintegrasi, pemerintah berharap pengembangan kawasan industri dapat berjalan lebih efektif dan terarah.

        Ia menjelaskan, perubahan model bisnis juga menjadi bagian dari strategi baru tersebut. Ke depan, pengelolaan kawasan industri tidak lagi digabung dengan sektor usaha lain agar fokus bisnis lebih jelas.

        “Bisnis modelnya kita rubah, jadi fokus kepada kawasan. Tidak ada lagi yang campur-campur,” ujarnya.

        Menurut Dony, holding baru tersebut nantinya akan mengelola berbagai kawasan industri milik BUMN secara terintegrasi. Selain itu, Danantara juga akan menempatkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus di bidang pengelolaan kawasan industri.

        Baca Juga: Proyek WTE Danantara Diserbu Investor, 85 Entitas Lolos DPT

        “Dan kita cari orang yang mengurusnya juga jadi gampang, yang memang memahami mengenai manajemen kawasan,” kata dia.

        Pembentukan holding tersebut diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Senin. Dalam proses restrukturisasi tersebut, sejumlah anak perusahaan yang sebelumnya berada di bawah pengelolaan Danareksa juga mulai dipindahkan ke Danantara.

        “Jadi hari ini RUPS, kita sudah punya sekarang perusahaan khusus mengurusi industrial estate kita,” ujar Dony.

        Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menyederhanakan tata kelola BUMN agar setiap perusahaan lebih fokus pada bidang usaha masing-masing.

        Dony menambahkan, proses restrukturisasi secara legal ditargetkan selesai pada 2026. Setelah seluruh tahapan rampung, Holding Kawasan Industri Indonesia diharapkan mulai beroperasi penuh pada 2027.

        Sebelumnya, pengelolaan kawasan industri BUMN berada dalam ekosistem holding Danareksa. Pada 2024, Danareksa juga sempat mengembangkan konsep klaster kawasan industri modern yang tidak hanya mengandalkan penjualan lahan.

        Dalam struktur baru di bawah Danantara, Danareksa nantinya akan kembali difokuskan pada bisnis pengelolaan aset atau asset management. Sementara pengelolaan kawasan industri dipisahkan ke entitas tersendiri agar memiliki fokus bisnis yang lebih spesifik.

        Baca Juga: Ekonom Nilai Ekspor Satu Pintu Danantara Bisa Tambah Penerimaan Negara

        Di sisi lain, Dony memastikan bisnis sekuritas BUMN tetap berjalan melalui dua perusahaan yang ada saat ini.

        “Sekuritasnya nanti jadi dua. Satu Mandiri Sekuritas, satu BNI Sekuritas,” kata Dony.

        Pemerintah berharap restrukturisasi tersebut dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan BUMN sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di tengah persaingan investasi global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: