Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Chery Bidik Pasar Amerika Serikat di Tengah Penolakan Mobil China

        Chery Bidik Pasar Amerika Serikat di Tengah Penolakan Mobil China Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Chery memiliki ambisi besar untuk memasarkan mobilnya di Amerika Serikat. Namun hingga kini, pasar otomotif Negeri Paman Sam masih belum terbuka lebar bagi produsen mobil asal China.

        Amerika Serikat sendiri masih menjadi pasar otomotif terbesar kedua di dunia berdasarkan volume penjualan. Kondisi itu membuat banyak produsen otomotif China berupaya memperluas bisnisnya ke negara tersebut, termasuk Chery.

        Saat ini Chery memiliki sejumlah merek di bawah naungannya, seperti Exeed, iCar, Luxeed, Jetour, Omoda, hingga merek Chery sendiri.

        Presiden Chery International, Zhang Guibing, belum lama ini kembali menegaskan minat perusahaan untuk masuk ke pasar Amerika Serikat.

        “Kalau nanti kami mendapatkan waktu yang tepat dan sesuai, kami pasti ingin masuk ke pasar itu,” ujar Guibing seperti dikutip dari Carscoops.

        Ia menilai pasar otomotif Amerika Serikat memiliki potensi yang sangat besar bagi produsen otomotif global.

        Baca Juga: Mobil Listrik China Kuasai 15 Persen Pasar Eropa, BYD hingga Chery Melonjak

        “Semua orang tahu bahwa pasar mobil Amerika sangat besar dan kami tentu punya rencana untuk menjual mobil di sana, mungkin hampir semua punya keinginan tersebut,” lanjutnya.

        Setelah mencatat pertumbuhan pesat di pasar domestik China, Chery kini mulai memperluas fokus bisnisnya ke pasar internasional. Ekspansi tersebut mencakup wilayah Eropa, Timur Tengah, Asia Tenggara, hingga Amerika Latin.

        Selain itu, Chery juga berencana mulai menjual kendaraan di Kanada pada akhir tahun ini dengan fokus pemasaran di wilayah British Columbia, Ontario, dan Quebec.

        Guibing mengatakan rencana ekspansi ke Amerika Serikat nantinya sangat bergantung pada kebijakan pemerintah AS dan China, termasuk kesiapan internal perusahaan.

        Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat menyatakan keterbukaannya terhadap merek otomotif China, dengan syarat perusahaan tersebut memproduksi kendaraan di AS dan melibatkan tenaga kerja lokal.

        Meski begitu, wacana masuknya mobil China ke pasar Amerika Serikat masih mendapat penolakan dari kalangan politik, baik Partai Republik maupun Partai Demokrat.

        Baca Juga: Resmi Mengaspal di Jakarta, SUV Listrik Chery Q Unggulkan Pengisian Daya Super Cepat

        Bahkan bulan lalu, puluhan anggota DPR dari Partai Demokrat mengirim surat kepada Trump agar mengambil langkah tegas untuk mencegah merek mobil China memasarkan kendaraannya di AS.

        Mereka menilai kehadiran produsen otomotif China berpotensi menjadi ancaman serius bagi industri otomotif lokal dan dapat melemahkan sektor manufaktur Amerika Serikat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: