Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rupiah Melemah, BFI Finance Buka Peluang Naikkan Bunga Pembiayaan

        Rupiah Melemah, BFI Finance Buka Peluang Naikkan Bunga Pembiayaan Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mengantisipasi dampak kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) terhadap industri pembiayaan di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang dipicu kondisi eksternal global.

        Corporate Communication Head BFI Finance Dian Ariffahmi mengatakan perusahaan telah menyiapkan langkah antisipatif terhadap potensi tekanan yang muncul akibat perubahan kebijakan moneter tersebut.

        “BFI Finance sudah mengantisipasi kenaikan ini sebagai konsekuensi dari pelemahan rupiah belakangan ini yang dipicu oleh kondisi eksternal,” ujar Dian menjawab pertanyaan Warta Ekonomi, Kamis (28/5/2026).

        Kenaikan BI Rate dinilai dapat memengaruhi industri multifinance, terutama dari sisi biaya pendanaan (cost of fund) dan kemampuan masyarakat dalam mengakses pembiayaan. Di tengah kondisi tersebut, perusahaan pembiayaan mulai mencermati perkembangan pasar untuk menentukan langkah lanjutan. Jika tekanan terus berlanjut, penyesuaian bunga pembiayaan berpotensi menjadi salah satu opsi.

        “BFI Finance akan melakukan penyesuaian bunga apabila diperlukan. Saat ini kami masih mengamati pasar secara keseluruhan,” kata Dian.

        Baca Juga: Bos BI Minta Bank Tak Naikkan Bunga Kredit Usai BI Rate Jadi 5,25%

        Baca Juga: BFI Finance Bagi Dividen Rp1,03 Triliun, Investor Kebagian Rp70 per Saham

        Sekadar informasi, hingga kuartal I 2026 BFI Finance mencatatkan kinerja positif. Hal itu tercermin dari laba bersih yang mencapai Rp354,3 miliar serta peningkatan pendapatan menjadi Rp1,7 triliun.

        Selain itu, kualitas pembiayaan juga tetap terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) bruto sebesar 1,57% dan neto 0,25%, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri per Februari 2026 sebesar 2,78%.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: