Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Indonesia Ingin Tiru China Soal Entaskan Kemiskinan, Desa jadi Fokus

        Indonesia Ingin Tiru China Soal Entaskan Kemiskinan, Desa jadi Fokus Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Indonesia ingin mempelajari keberhasilan China dalam mengentaskan kemiskinan, tidak hanya dari sisi program, tetapi juga dari aspek sistem, prosedur, dan manajemen pelaksanaannya.

        Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria mengatakan hal terpenting yang dapat dipelajari dari China adalah cara negara tersebut menyusun langkah-langkah pengentasan kemiskinan secara sistematis, termasuk teknik penyelesaian masalah, antisipasi kendala, hingga manajemen pelaksanaan program.

        Menurut Riza, pengalaman China dalam menekan angka kemiskinan memberikan kontribusi besar bagi banyak negara untuk dijadikan pembelajaran, termasuk Indonesia yang masih menghadapi tantangan kemiskinan dengan tingkat yang masih berada di atas 10 persen.

        Pernyataan tersebut disampaikan Riza di Beijing, Rabu, (27/5/2026) dalam sela-sela rapat pertama Komite Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan (Global Partnership for Poverty Alleviation and Development/GPPAD) yang digagas pemerintah China.

        Dalam forum tersebut, Indonesia dipercaya menjadi wakil ketua bersama Pantai Gading, Brasil, Pakistan, Afrika Selatan, dan Uzbekistan. Sementara posisi ketua dipegang China yang diwakili Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan China Zhang Lu.

        Riza menilai Indonesia perlu bergerak cepat untuk mengatasi kemiskinan karena persoalan tersebut bersifat kompleks. Karena itu, pemerintah berupaya memperkuat berbagai program yang berfokus pada pembangunan pedesaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin.

        Ia menjelaskan sejumlah program Presiden Prabowo Subianto yang menyasar masyarakat desa, antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selain itu, pemerintah juga menjalankan kebijakan menaikkan harga gabah dan jagung, menurunkan harga pupuk, serta menyediakan program cek kesehatan gratis.

        Menurut Riza, berbagai program tersebut diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi di pedesaan sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat desa.

        Dalam upaya belajar dari China, Indonesia juga telah menjalin kerja sama melalui program pertukaran pengetahuan di bidang pembangunan pedesaan. Setiap tahun pemerintah mengirim kepala desa untuk belajar langsung ke China. Tahun lalu sebanyak 25 kepala desa mengikuti program tersebut, sementara tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 27 orang.

        Selain pengiriman kepala desa, kedua negara juga melakukan pertukaran kunjungan, diskusi, serta evaluasi untuk saling berbagi pengalaman dalam pembangunan dan pengentasan kemiskinan.

        Keberhasilan China dalam mengurangi kemiskinan menjadi salah satu alasan utama Indonesia ingin mempelajari pendekatan yang diterapkan negara tersebut. Berdasarkan data resmi, China berhasil mengentaskan kemiskinan bagi 800 juta penduduk selama periode 1970 hingga 2021.

        Dari 2013 hingga 2020, pemerintah China menyebut sebanyak 98,99 juta penduduk pedesaan berhasil keluar dari kemiskinan ekstrem, dengan rata-rata lebih dari 10 juta orang setiap tahun. China juga disebut mencapai target pengurangan kemiskinan dalam Agenda 2030 PBB untuk pembangunan berkelanjutan sekitar sepuluh tahun lebih cepat dari jadwal.

        Baca Juga: China Mulai Gantikan Peran AS untuk Tangani Ebola di Afrika, Pembubaran USAID jadi Pintu Masuk

        Pada Februari 2021, China secara resmi mendeklarasikan kemenangan penuh dalam memberantas kemiskinan ekstrem. Sebanyak 832 kabupaten dan sekitar 128.000 desa dihapus dari daftar daerah miskin.

        Sementara itu, forum GPPAD yang diprakarsai China bersama 53 negara dan sembilan organisasi internasional bertujuan mendorong pertukaran pengalaman dalam pengentasan kemiskinan dan tata kelola pemerintahan. 

        Forum tersebut juga menjadi wadah untuk mencari solusi bersama dalam memberantas kemiskinan hingga ke akar permasalahan dengan melibatkan pemerintah, organisasi internasional, sektor swasta, akademisi, dan media.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: