Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Inggris 'Ikut' Tangani Selat Hormuz, Bakal Bersihkan Ranjau Pakai Drone Bawah Laut

        Inggris 'Ikut' Tangani Selat Hormuz, Bakal Bersihkan Ranjau Pakai Drone Bawah Laut Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Inggris ikut mengamankan Selat Hormuz dengan rencana mengerahkan pesawat nirawak bawah laut untuk mendeteksi dan menghancurkan ranjau laut yang berpotensi mengganggu jalur pelayaran internasional.

        Langkah tersebut dilakukan di tengah upaya memperkuat keamanan navigasi di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia yang kerap menjadi titik ketegangan geopolitik.

        Sistem bawah laut kendali jarak jauh Defender-Viper akan ditempatkan di atas kapal RFA Lyme Bay guna memperkuat kemampuan Angkatan Laut Inggris dalam operasi penanggulangan ranjau. 

        Sistem tersebut dirancang untuk mendeteksi sekaligus menghancurkan ranjau bawah laut yang dapat meledak saat bersentuhan dengan kapal.

        Drone bawah laut itu dapat dioperasikan secara manual maupun secara otonom menggunakan koordinat yang telah diprogram sebelumnya. Personel khusus Angkatan Laut Inggris juga telah menjalani pelatihan untuk mengoperasikan sistem tersebut, termasuk dalam proses identifikasi dan penetralan ranjau yang terdeteksi melalui sonar bawah laut.

        Sebelumnya, pada 12 Mei, Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan kesiapan untuk mengerahkan berbagai aset militer dalam misi pengamanan Selat Hormuz. 

        Aset yang disiapkan meliputi kapal perang, kapal penyapu ranjau tak berawak, hingga jet tempur guna menjaga keamanan pelayaran di kawasan tersebut.

        Baca Juga: China Mulai Gantikan Peran AS untuk Tangani Ebola di Afrika, Pembubaran USAID jadi Pintu Masuk

        RFA Lyme Bay sendiri telah berlayar dari Gibraltar sebagai bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan pelaksanaan operasi keamanan maritim internasional di wilayah tersebut.

        Selain mengirim sistem Defender-Viper, Inggris juga mempertimbangkan pengerahan aset antidrone, jet tempur Typhoon untuk patroli udara, serta kapal perusak HMS Dragon. 

        Langkah ini menjadi bukti bahwa Inggris menguatkan keterlibatan militernya sekaligus memastikan keamanan jalur pelayaran yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan dan distribusi energi dunia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: