Cicilan Bisa Makin Berat, Adira Kenaikan BI Rate Bakal Pukul Kredit Kendaraan Bermotor
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk menilai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) mulai menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan biaya dana (cost of fund) perusahaan sekaligus menekan daya beli masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, segmen pembiayaan kendaraan bermotor menjadi salah satu yang paling sensitif terhadap perubahan suku bunga karena berkaitan langsung dengan kemampuan konsumen dalam membayar cicilan.
Chief Financial Officer Adira Finance, Sylvanus Gani, mengatakan kenaikan BI Rate memengaruhi ruang gerak perusahaan pembiayaan dalam menentukan bunga pembiayaan baru. Oleh karena itu, perusahaan perlu menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan daya saing produk di pasar.
“Kenaikan BI Rate tentu menjadi salah satu faktor yang kami cermati, khususnya karena dapat berdampak pada biaya dana atau cost of fund perusahaan pembiayaan,” ujar Sylvanus kepada Warta Ekonomi, Selasa (2/6/2026).
Baca Juga: Daya Beli Mulai Bangkit, Pembiayaan Adira Finance Melonjak 52% di Awal 2026
Baca Juga: BI Rate Naik Jadi 5,25%, OJK Minta Debitur Tak Panik Suku Bunga Kredit Melonjak
Menurutnya, peningkatan biaya dana dapat berdampak pada penetapan bunga pembiayaan baru. Perusahaan pembiayaan dituntut mengelola kondisi tersebut secara hati-hati agar margin tetap terjaga tanpa mengurangi daya saing.
“Kondisi ini dapat memengaruhi ruang bagi perusahaan pembiayaan dalam menetapkan bunga pembiayaan baru, sehingga diperlukan pengelolaan yang hati-hati agar margin tetap sehat tanpa mengurangi daya saing produk,” katanya.
Dari sisi konsumen, kenaikan suku bunga berpotensi memperbesar tekanan terhadap daya beli, terutama jika diikuti dengan kenaikan bunga kredit. Kondisi tersebut dapat membuat masyarakat lebih selektif dalam mengambil pembiayaan.
“Konsumen kemungkinan akan menjadi lebih selektif dalam mengambil pembiayaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sylvanus mengatakan dampak kenaikan BI Rate berbeda pada setiap segmen pembiayaan. Pembiayaan kendaraan bermotor dinilai sebagai segmen yang paling sensitif terhadap perubahan daya beli dan besaran cicilan yang harus ditanggung konsumen.
“Pembiayaan kendaraan bermotor lebih sensitif terhadap daya beli konsumen dan besaran angsuran, sementara alat berat lebih dipengaruhi oleh kondisi sektor usaha seperti pertambangan, perkebunan, konstruksi, dan infrastruktur,” katanya.
Baca Juga: Adira Ungkap Tantangan Besar Pembiayaan Kendaraan Listrik
Baca Juga: Pejuang KPR Ketar-ketir! Suku Bunga Naik, Cicilan Rumah Terancam Bengkak
Sementara itu, pembiayaan multiguna memiliki karakteristik yang berbeda karena masih ditopang oleh kebutuhan produktif dan kebutuhan pokok masyarakat.
Ke depan, untuk menjaga kualitas bisnis, Adira Finance menerapkan strategi seleksi pembiayaan yang lebih ketat, penetapan harga yang kompetitif, serta penguatan manajemen risiko.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: