Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Jujur Akui Terpaksa Pecat Dadan Cs dari BGN: Sebetulnya Saya Sedih

        Prabowo Jujur Akui Terpaksa Pecat Dadan Cs dari BGN: Sebetulnya Saya Sedih Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden RI Prabowo Subianto angkat bicara terkait penetapan tiga mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketiga pejabat yang baru saja dicopot dari jabatannya itu adalah Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung.

        Dalam pernyataannya, Prabowo mengaku keputusan mencopot ketiganya bukan hal yang mudah. Bahkan, ia secara terbuka mengungkapkan kesedihannya karena harus mengambil langkah tegas terhadap orang-orang yang selama ini ia percaya dan beri tanggung jawab besar untuk menjalankan program negara.

        "Saat ini sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam dalam keadaan sedih. Karena, saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya, sebenarnya yang saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat," kata Prabowo di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6).

        Presiden bahkan mengaku momen saat menandatangani keputusan pergantian pimpinan BGN menjadi salah satu keputusan yang berat baginya secara pribadi.

        "Saya katakan berat bagi saya, waktu saya tanda tangan, berat. Ini orang yang saya angkat, ini orang saya kasih bintang, saya kasih pangkat," kata Prabowo.

        Baca Juga: Mahfud MD Lega Kepala BGN Diganti: Hanya Ngerti Ilmu Serangga, Tak Paham Birokrasi

        Meski demikian, Kepala Negara menegaskan dirinya tidak ingin memberikan komentar terlalu jauh mengenai perkara hukum yang kini menjerat mantan anak buahnya tersebut. Ia memilih menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

        "Saya tidak mau banyak komentar, karena mereka-mereka ini menghadapi masalah penyelidikan hukum. Karena itu saya tidak boleh banyak komentar, nanti seolah saya mempengaruhi," lanjutnya.

        Prabowo kemudian mengungkap alasan di balik keputusan besar tersebut. Ia mengaku telah menerima berbagai laporan mengenai dugaan penyimpangan yang terjadi di lingkungan BGN. Untuk memastikan kebenaran informasi itu, Prabowo mengaku langsung meminta klarifikasi dan pemeriksaan dari sejumlah lembaga terkait.

        "Saya waktu dapat laporan itu, saya panggil Kepala BPKP dan juga kepala PPATK dan pejabat lain, tolong saya dapat laporan tentang BGN ini," ujarnya.

        Di tengah situasi tersebut, Prabowo mengaku teringat pesan mendiang ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo. Pesan itulah yang akhirnya menjadi pegangan ketika ia harus menentukan pilihan yang sulit.

        "Yang jelas, mengganti mereka tidak ringan bagi saya. Tapi, saya ingat kata almarhum ayahanda saya, Prof Sumitro, pernah mengatakan kepada saya, 'Prabowo kalau satu saat dalam bingung, keadaan ragu, ingat! Berpihaklah selalu kepada rakyatmu'," ujar dia.

        Prabowo juga menegaskan bahwa kepentingan rakyat harus berada di atas segalanya. Karena itu, ia tidak akan memberikan toleransi terhadap siapa pun yang terbukti menyalahgunakan uang negara atau amanah publik.

        "Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian," tegas Prabowo.

        Baca Juga: Sindir Eks Kepala BGN, Prabowo: Tidak Kompeten, Saya Tidak Mau Uang Rakyat Dicuri

        Sebagaimana diketahui, hanya beberapa waktu setelah dicopot dari jajaran pimpinan BGN, Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis periode 2025–2026.

        Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan sedikitnya dua alat bukti yang dinilai cukup untuk meningkatkan status hukum ketiganya dari saksi menjadi tersangka. Kasus ini kini menjadi sorotan besar karena menyangkut salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: