Tak Khawatir Kopdes Merah Putih, Alfamart Yakin Bisa Bekerja Sama dan Teruskan Kinerja Positif
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pemerintah terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di berbagai daerah. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menargetkan pembangunan fisik sekitar 20.000 hingga 30.000 KDMP dapat rampung pada Juni 2026.
Keberadaan KDMP diharapkan mampu memenuhi kebutuhan ritel masyarakat di seluruh Indonesia. Namun, rencana ekspansi besar-besaran tersebut juga memunculkan kekhawatiran mengenai potensi dampaknya terhadap keberlangsungan minimarket swasta yang telah lebih dulu beroperasi.
Menanggapi isu tersebut, Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Solihin, menilai kehadiran KDMP tidak akan mengganggu bisnis minimarket modern. Menurutnya, KDMP dan minimarket swasta memiliki segmen pasar yang berbeda sehingga dapat berjalan berdampingan.
“Karena memang segmennya pasti berbeda, jadi kami ikuti apapun kebijakannya,” ujar Solihin usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di kantor pusat Alfamart, Alam Sutera, Tangerang, Kamis (4/6/2026).
Ia bahkan membuka peluang kerja sama dengan KDMP apabila terdapat inisiatif yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Di tengah perkembangan sektor ritel, tantangan yang lebih besar justru datang dari kondisi ekonomi, terutama pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Anggara Hans Prawira, mengakui kondisi tersebut menjadi tantangan nyata bagi industri ritel.
Menurutnya, daya beli masyarakat yang belum terlalu kuat membuat pelaku usaha harus menghadapi tekanan dari sisi harga barang yang berpotensi mengalami kenaikan.
“Jadi, bisa kita bayangkan dengan daya beli yang relatif tidak terlalu kuat, harga juga kemungkinan tidak bisa bertahan, ini merupakan tantangan nyata yang harus kita hadapi,” katanya.
Untuk menjaga relevansi di tengah perubahan perilaku konsumen, Alfamart terus memperkuat jaringan toko fisik sekaligus mengembangkan layanan digital melalui aplikasi Alfagift.
Dalam RUPS yang sama, perusahaan juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp1,7 triliun. Corporate Secretary Alfamart, Tomin Widian, menjelaskan bahwa dividen tersebut setara dengan Rp41,5 per saham.
Dari sisi kinerja keuangan, Alfamart mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2025. Pendapatan perusahaan meningkat 7,2 persen menjadi Rp126,7 triliun. Sementara itu, laba kotor tumbuh 9,43 persen menjadi Rp27,7 triliun dari sebelumnya Rp25,3 triliun.
Pertumbuhan tersebut turut didorong oleh ekspansi jaringan gerai yang terus berlangsung, terutama di luar Pulau Jawa. Hingga saat ini, Alfamart telah mengoperasikan 24.434 gerai ritel dan 400 gerai stock point di berbagai wilayah.
Baca Juga: 131 KDMP Bakal Beroperasi di Siak, Harga Barang Diharapkan Lebih Murah
Tomin mengungkapkan bahwa tren pertumbuhan toko dalam lima tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan di luar Pulau Jawa. Kontribusi ekspansi wilayah tersebut yang pada 2021 berada di angka 2,3 persen, meningkat menjadi 36,6 persen pada akhir 2025.
“Kelihatan bahwa memang pertumbuhan toko-toko kita itu dari kita lihat di lima tahun terakhir trendnya itu keluar pulau. Jadi kalau kita lihat yang biru atas itu di tahun 2021 kontribusinya 2,3% di akhir 2025 itu telah meningkat menjadi 36,6%,” tutupnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: