Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Saham Alfamart Anjlok 8%, Usai Pernyataan Mendes soal Pembatasan Minimarket Mencuat Lagi

Saham Alfamart Anjlok 8%, Usai Pernyataan Mendes soal Pembatasan Minimarket Mencuat Lagi Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Saham emiten ritel modern PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) ditutup anjlok 8,11% ke level 1.190 dari sebelumnya 1.295 dengan nilai transaksi mencapai Rp445,83 miliar. Tekanan jual asing juga lebih besar dibanding pembelian, dengan foreign sell mencapai Rp381,50 miliar dan foreign buy Rp268,54 miliar.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan saham AMRT masuk daftar top laggards yang paling menekan IHSG pada perdagangan hari itu dengan kontribusi pelemahan sebesar 4,02 poin terhadap indeks.

Hal yang sama terjadi pada saham PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), pengelola jaringan Alfamidi. Saham MIDI turun 2,72% ke level 286 dengan nilai transaksi Rp10,10 miliar.

Asal tahu saja, pernyataan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto terkait penghentian ekspansi minimarket seperti Alfamart dan Indomaret dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR pada November 2025 kembali ramai diperbincangkan.

Saat itu, Yandri menyatakan ekspansi minimarket harus dihentikan ketika Koperasi Desa Merah Putih mulai berjalan.

“Buat apa kita membangun Kopdes, tapi Alfamart sama Indomaret atau sejenisnya merajalela?” kata Yandri.

Baca Juga: Alfamart dan Indomaret Tutup di Lombok, Begini Penjelasn Mendag

Baca Juga: Mendag Buka Suara soal Penutupan Alfamart-Indomaret, Benarkah Gegara Kopdes Merah Putih?

Menurut Yandri, jaringan minimarket modern yang kini mencapai lebih dari 20.000 gerai berpotensi menjadi ancaman bagi keberlangsungan koperasi desa.

Meski menghantam AMRT dan MIDI, saham PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) yang merupakan entitas investasi terkait Grup Salim yang menjadi pemegang saham Indomaret justru menguat 1,54% ke level 9.900. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri