Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Bisa Jatuh ke 5.000, Gema Goeyardi Usulkan 10 Jurus Selamatkan Pasar Modal

        IHSG Bisa Jatuh ke 5.000, Gema Goeyardi Usulkan 10 Jurus Selamatkan Pasar Modal Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Founder dan CEO Astronacci International, Gema Goeyardi, memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berisiko melanjutkan pelemahan ke level 5.398, bahkan hingga 5.030 dalam skenario terburuk. Untuk mempercepat pemulihan pasar, ia mengusulkan 10 langkah strategis yang dinilai dapat meningkatkan likuiditas dan mengembalikan kepercayaan investor.

        Pandangan tersebut disampaikan Gema saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) MPR RI bertema Pasar Modal Indonesia untuk Negeri: Tangguh Menghadapi Geopolitik Global, Adaptif di Era Ekonomi Digital di Kompleks DPR/MPR RI, Senayan.

        Menurut Gema, tekanan yang terjadi di pasar keuangan saat ini memang belum setara dengan krisis 1998 maupun 2008. Namun kondisi tersebut tetap memerlukan mitigasi serius agar tidak berkembang menjadi krisis pasar keuangan yang lebih luas.

        “Yang terjadi sekarang belum semengerikan 1998 dan 2008. Tetapi kalau tidak dimitigasi secara serius, tekanan ini bisa masuk ke arah financial market crisis seperti 2008, dengan dampak yang lebih masif karena jumlah investor pasar modal kita sudah jauh lebih besar,” ujarnya.

        Ia menilai salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya dominasi dana jangka pendek atau hot money di pasar modal. Kondisi tersebut dinilai dapat memperbesar volatilitas ketika pasar menghadapi tekanan.

        Berdasarkan model Astronacci, IHSG masih berpotensi bergerak menuju level 5.398 dengan risiko penurunan hingga 5.030.

        “Dari model Astronacci, target IHSG ada di 5.398, dengan risiko terburuk di 5.030. Juli minggu kedua sampai keempat kami melihat sebagai proses akumulasi besar. Rebound pertama berpotensi menuju 6.700, selanjutnya sampai akhir Desember menuju 8.900, dan target jangka panjang IHSG berada di 10.200,” kata Gema.

        Baca Juga: Saham BCA dan BNI Rontok, IHSG Kembali Jatuh Lebih dari 2%

        Baca Juga: IHSG Makin Terpuruk, Saham Bank Babak Belur

        Selain pasar saham, Gema juga menyoroti tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Ia memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah ke kisaran Rp18.220 hingga Rp18.775 per dolar AS apabila tekanan pasar tidak dikelola secara optimal.

        Menurut dia, tantangan utama saat ini bukan hanya faktor ekonomi, melainkan juga kepercayaan investor terhadap arah kebijakan pemerintah.

        “Masalah terbesar bukan hanya tekanan pasar, tetapi kepercayaan. Ketika komunikasi kebijakan tidak terintegrasi, pasar bisa salah membaca arah pemerintah. Akhirnya yang terjadi adalah sell-off, capital outflow, dan tekanan yang lebih besar terhadap rupiah maupun IHSG,” tegasnya.

        Untuk mempercepat pemulihan pasar modal, Gema mengajukan 10 rekomendasi kebijakan yang dapat dipertimbangkan regulator dan pemerintah.

        Pertama, mempermudah pelaksanaan buyback saham tanpa persetujuan RUPS saat pasar mengalami tekanan. Kedua, mempercepat reformasi free float. Ketiga, mengakselerasi penyelesaian transaksi menuju skema T+1.

        Keempat, memperkuat transparansi kepemilikan nominee guna mengurangi potensi manipulasi pasar. Kelima, meninjau kembali batas auto rejection agar perdagangan lebih efisien.

        Keenam, menerapkan perlakuan yang lebih adil terhadap saham yang berstatus unusual market activity (UMA). Ketujuh, menghapus pajak dividen untuk mendorong investasi jangka panjang.

        Kedelapan, memastikan implementasi kebijakan limit data action di pasar. Kesembilan, meninjau kembali tarif PPh final pada pasar berjangka dan aset kripto agar lebih kompetitif.

        Kesepuluh, mempermudah investor asing ritel membuka rekening investasi di Indonesia.

        Baca Juga: IHSG Sudah Turun 32%, Purbaya Akui Tak Siapkan Intervensi Khusus: Yang Penting Adalah...

        Baca Juga: Tak Lagi Pasang Target, tapi Purbaya Jamin IHSG Naik: Fiskal Kita Gak Ada Masalah

        Menurut Gema, rangkaian langkah tersebut dapat membantu meningkatkan likuiditas pasar, memperkuat kepercayaan investor, mengurangi tekanan arus modal keluar (capital outflow), serta menarik aliran dana baru ke pasar modal domestik.

        “Saya percaya, jika langkah-langkah ini bisa dijalankan dalam waktu sesingkat-singkatnya, pasar modal Indonesia memiliki peluang untuk recovery lebih cepat,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: