- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Tak Lagi Pasang Target, tapi Purbaya Jamin IHSG Naik: Fiskal Kita Gak Ada Masalah
Kredit Foto: Dok. Kemenkeu
Di tengah gejolak pasar modal dan tekanan yang sempat menghantam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru menunjukkan keyakinan tinggi terhadap masa depan perekonomian Indonesia.
Ia menilai pelemahan pasar saat ini lebih banyak dipicu sentimen negatif dan kekhawatiran jangka pendek dibandingkan masalah fundamental ekonomi.
Purbaya bahkan optimistis IHSG akan kembali menguat seiring kokohnya kondisi ekonomi nasional yang dinilai masih berada dalam jalur yang sehat.
"Saya yakin akan naik lagi karena fondasi ekonomi bagus," kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6).
Menurutnya, tekanan terhadap IHSG belakangan ini tidak terlepas dari beredarnya berbagai isu negatif yang berkembang di tengah masyarakat. Sentimen tersebut kemudian memengaruhi persepsi pasar terhadap kondisi ekonomi Indonesia.
"Karena banyak isu-isu negatif," ujarnya.
Ia mencontohkan munculnya rumor mengenai kemungkinan lembaga pemeringkat internasional melakukan penurunan peringkat terhadap Indonesia. Padahal, menurut Purbaya, isu tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.
"Saya pikir banyak rumor di dalam negeri yang pasti ketika S&P datang ke sini, ada rumor S&P akan mendowngrade. Padahal saya baru mau ketemu nanti malam," ungkapnya.
Purbaya menegaskan bahwa jika melihat kondisi fiskal Indonesia saat ini, tidak ada persoalan serius yang patut dikhawatirkan. Ia memastikan fondasi ekonomi nasional tetap kuat dan stabil.
"Kalau ngelihat kondisi fiskal kita, saya sih gak ada masalah," imbuhnya.
Baca Juga: Baru Dibuka IHSG Langsung Terjun 1,17%, Sebanyak 348 Saham Melemah
Meski tidak memasang target khusus terkait level IHSG yang ingin dicapai tahun ini, Purbaya meyakini sejumlah indikator ekonomi memberikan sinyal positif bagi pergerakan pasar ke depan.
Salah satu indikator yang ia soroti adalah inflasi tahunan pada Mei 2026 yang tercatat sebesar 3,08 persen. Angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen.
Selain itu, ia menilai daya beli masyarakat masih terjaga dengan baik. Hal tersebut terlihat dari tingginya aktivitas ekonomi masyarakat, baik di ibu kota maupun daerah.
Menurut Purbaya, berbagai sektor yang berkaitan dengan kebutuhan tersier seperti hotel, tempat hiburan, dan aktivitas konsumsi masyarakat masih menunjukkan geliat yang positif. Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa permintaan domestik belum mengalami pelemahan yang mengkhawatirkan.
Kinerja ekonomi yang tetap solid juga tercermin dari penerimaan negara. Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak hingga 30 April 2026 mencapai Rp646,3 triliun. Angka tersebut tumbuh 16,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp556,9 triliun.
Baca Juga: Rupiah Keok Dekati Rp18.000, Purbaya Bantah Akibat Kebijakan Fiskal Memburuk
Dengan berbagai indikator tersebut, Purbaya meminta masyarakat dan pelaku pasar tidak terlalu khawatir terhadap kondisi pasar saham saat ini.
"Jangan takut. Fundamental ekonomi bagus. Ini mungkin ada ketakutan orang jangka pendek saja. Fondasi ekonomi bagus, nggak ada masalah," ujar Purbaya.
Ia juga memastikan pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mempertahankan kepercayaan pasar agar sentimen positif terhadap Indonesia tetap terjaga di tengah berbagai tantangan global maupun domestik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: