Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        'Saya yang Menentukan,' Trump Tegaskan Israel Harus Tunduk pada Kesepakatan Amerika dan Iran

        'Saya yang Menentukan,' Trump Tegaskan Israel Harus Tunduk pada Kesepakatan Amerika dan Iran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengirim sinyal tegas kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di tengah upaya Washington menyelesaikan konflik dengan Iran. Trump menegaskan bahwa Israel kemungkinan tidak akan memiliki banyak pilihan selain menerima hasil kesepakatan yang nantinya dicapai antara Amerika Serikat dan Teheran.

        Pernyataan tersebut menunjukkan semakin kuatnya posisi Washington dalam mengendalikan arah negosiasi dengan Iran, sekaligus menjadi pesan bahwa kepentingan diplomatik Amerika tidak boleh diganggu oleh langkah sepihak Israel.

        Baca Juga: 'Ada Tekanan, Otaknya Bukan Beliau,' Sony Sanjaya Ancam Buka Nama-Nama Besar dalam Kasus Korupsi MBG

        Dalam wawancara dengan Financial Times, Trump secara terbuka menyatakan dirinya memegang kendali penuh atas proses negosiasi yang sedang berlangsung.

        Saat ditanya mengenai kemungkinan sikap Netanyahu terhadap kesepakatan yang dicapai Amerika Serikat dengan Iran, Trump menjawab bahwa pemimpin Israel itu pada akhirnya harus menerima keputusan tersebut.

        "Dia (Netanyahu) tidak akan punya pilihan," kata Trump, dikutip Senin (8/6).

        Trump bahkan menegaskan bahwa dirinya yang menentukan arah permainan dalam proses diplomasi tersebut.

        "Saya yang menentukan," ujarnya.

        Pernyataan itu muncul ketika situasi keamanan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke Israel, yang disebut sebagai serangan langsung pertama sejak gencatan senjata diberlakukan pada April lalu.

        Serangan tersebut langsung memicu kekhawatiran akan pecahnya kembali konflik yang lebih luas di kawasan, terutama ketika proses negosiasi antara Washington dan Teheran disebut berada pada tahap krusial.

        Meski demikian, militer Israel mengklaim seluruh rudal yang diluncurkan Iran berhasil dicegat atau jatuh di area yang tidak berpenghuni. Ledakan dilaporkan sempat terdengar di wilayah utara Israel, namun tidak ada laporan korban jiwa.

        Juru bicara militer Israel Brigjen Effie Defrin menyebut serangan Iran sebagai sebuah "kesalahan besar" dan menegaskan negaranya tidak akan mengabaikan tindakan tersebut.

        Namun di tengah meningkatnya tekanan dari kelompok garis keras di Israel untuk melakukan balasan, pernyataan Trump mengindikasikan bahwa Washington lebih mengutamakan keberhasilan negosiasi dengan Iran dibanding membuka babak baru konfrontasi militer.

        Sikap Trump juga memperlihatkan bahwa Amerika Serikat ingin memastikan setiap langkah Israel tetap sejalan dengan strategi diplomatik yang sedang dibangun Washington bersama kepemimpinan baru Iran.

        Baca Juga: BGN Menyisir Dapur di Serang, Ini Responsnya Soal Isu Markup Seratus Persen Harga Roti MBG

        Dengan kata lain, jika kesepakatan damai berhasil dicapai, Israel kemungkinan akan dihadapkan pada pilihan sulit: menerima hasil negosiasi yang dirancang Amerika Serikat atau berisiko berhadapan dengan sekutu terdekatnya sendiri.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: