Kredit Foto: Instagram/Fahri Hamzah
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP), Fahri Hamzah, menceritakan pengalamannya saat dipanggil Presiden Prabowo Subianto terkait kinerja di Kabinet Merah Putih.
Fahri mengungkapkan, setiap kali dipanggil Prabowo, para menteri harus benar-benar siap mental karena sang presiden selalu menyampaikan argumen yang tajam, detail, dan sulit dibantah.
"Saya berkali-kali Pak Refly dipanggil, itu enggak bisa kalau kita enggak kuat, itu sama beliau berargumen karena argumennya kuat sekali dan detail gitu loh," ucapnya dalam kanal YouTube Refly Harun, dikutip Rabu (10/6).
Menurut Fahri, Prabowo adalah pemimpin dengan karakter kuat yang menjalankan program dan kebijakan sesuai standar tinggi yang ia tetapkan.
"Nah, jadi menurut saya Pak Prabowo itu sebagai pemimpin transformasi dia akan mengeksekusi maunya apapun yang terjadi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Orang di sekitarnya harus ikut dengan dia. Itu yang saya lihat," tandasnya.
Konsep dasar program Prabowo memang berfokus pada standar tinggi dalam memberikan fasilitas gratis kepada masyarakat miskin.
Dua contoh utama program yang mencerminkan standar tersebut adalah:
1. Program Sekolah Rakyat (SR)
Alih-alih membangun sekolah darurat, pemerintah menghadirkan sekolah berasrama (boarding school) gratis dengan fasilitas premium setara sekolah swasta mahal:
- Fasilitas Digital Pribadi: Setiap siswa mendapat laptop, akses kelas digital, dan laboratorium komputer modern.
- Asrama Penuh: Kamar tidur layak, ruang makan bersama, sarana olahraga, hingga tempat ibadah lengkap.
- Nutrisi Terjamin: Pangan dan gizi siswa dijamin penuh oleh negara selama 24 jam.
2. Program Perumahan dan Huntara Layak Huni
Baca Juga: Terkuak! Tujuan Prabowo Jadi Presiden Bikin Merinding
Dalam Program 3 Juta Rumah dan penyediaan Hunian Sementara (Huntara), pemerintah menolak pembangunan rumah semi-permanen atau asal jadi:
- Fasilitas Kamar Lengkap: Unit Huntara langsung dilengkapi tempat tidur, lemari, dan kipas angin.
- Infrastruktur Komunal: Dapur umum, musala, toilet higienis, hingga sistem pembuangan sampah teratur.
- Gentengisasi & Bedah Rumah: Rumah tidak layak huni direnovasi total agar kokoh, sehat, aman, dan nyaman.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: