Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Krakatau International Port Siapkan Jalur Logistik Baru Cilegon-Semarang-Surabaya

        Krakatau International Port Siapkan Jalur Logistik Baru Cilegon-Semarang-Surabaya Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Direktur Utama Krakatau International Port, Noor Fuad, tengah menyiapkan konektivitas logistik baru yang menghubungkan kawasan industri Cilegon dengan sejumlah kota di Pulau Jawa, termasuk Semarang dan Surabaya, melalui moda kereta api dan kapal laut. 

        Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat efisiensi rantai pasok nasional sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas angkutan barang di jalan tol maupun jalan arteri.

        “Kita akan siapkan connectivity ke Surabaya menggunakan yang pertama tentunya kereta api terus yang kedua kapal laut,” kata Noor Fuad, di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

        Menurutnya, pengembangan konektivitas tersebut tidak perlu menunggu hingga 2027 untuk mulai berjalan. KIP akan mempersiapkan layanan secara bertahap sambil membangun pasar dan memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra bisnis.

        Ia menjelaskan layanan tersebut nantinya akan melayani berbagai jenis kargo, mulai dari baja, barang umum, pakan dan bahan pangan, hingga produk petrokimia.

        “Connectivity menggunakan kapal laut ini baik Roro maupun vessel akan membawa kargo itu baja maupun kargo general, kargo feed and food atau kargo yang lain,” ujarnya.

        Ia menilai pemanfaatan kereta api dan kapal laut akan membantu mengurangi beban lalu lintas kendaraan barang yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan dan kerusakan jalan.

        Selain itu, moda transportasi tersebut diharapkan mampu memberikan biaya logistik yang lebih kompetitif dibandingkan angkutan berbasis jalan raya.

        Untuk mendukung program tersebut, KIP bersama para mitra masih menghitung tingkat efisiensi dan struktur tarif yang akan diterapkan.

        “Kita lagi hitung, karena kita lagi membentuk pasar, harga-harga masih kita diskusikan,” katanya.

        Ia mengakui salah satu tantangan utama adalah kesiapan sarana pendukung logistik, termasuk armada angkutan dari pelabuhan menuju gudang dan kawasan industri. 

        Baca Juga: AHY Jajakan Proyek Giant Sea Wall Prabowo ke Rusia, Pelabuhan hingga Logistik Jadi Sorotan

        Baca Juga: Infrastruktur Pergudangan jadi Langkah Strategis di Industri Logistik

        "Jadi tentunya ini kan perlu penyiapan equipment atau penyiapan sarana kerja. Kami akan siapkan kapal nanti kan bersama partner bisnis tapi dari pelabuhan sampai ke gudang ini kan juga perlu diangkut nih nah ini juga gak boleh ini juga gak boleh over dimension overload," jelas dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: