Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Namanya Dituding Punya Dapur BGN, Wamendagri Bima Arya Bantah Keras!

        Namanya Dituding Punya Dapur BGN, Wamendagri Bima Arya Bantah Keras! Kredit Foto: Andi Hidayat
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya membantah keras tudingan yang mengaitkan dirinya punya dapur BGN dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

        Isu ini mencuat setelah nama Bima beredar dalam daftar lebih dari 26 orang di media sosial, yang diklaim ikut terseret berdasarkan keterangan dari pihak tersangka Sony Sonjaya.

        Bima menjelaskan bahwa keterlibatan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam program tersebut murni menjalankan amanat regulasi resmi, yakni Keppres Nomor 28 Tahun 2025 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG.

        Berdasarkan aturan tersebut, Kemendagri bertugas memfasilitasi penyelesaian kendala dan hambatan di lapangan bersama Pemerintah Daerah (Pemda) dan Badan Gizi Nasional (BGN). Atas dasar itulah, Bima mengaku kerap berkoordinasi dengan pimpinan BGN dan para kepala daerah.

        Mantan Wali Kota Bogor ini menegaskan bahwa komunikasi dan pertemuan yang dilakukannya selama ini berjalan dalam koridor kedinasan, tanpa ada motif personal maupun kepemilikan unit usaha dalam proyek tersebut.

        "Tidak ada kepentingan pribadi, apalagi sampai memiliki dapur. Saya hanya bertemu dan berkoordinasi dengan pimpinan BGN di rapat koordinasi resmi," ujar Bima Arya saat memberikan klarifikasi.

        Tersangka Sony Sonjaya disebut-sebut mengantongi informasi krusial mengenai puluhan figur yang diduga mengetahui atau terlibat dalam pusaran kasus ini.

        Sebelumnya, kuasa hukum Sony, Elza Syarief, mengungkapkan bahwa kliennya telah membeberkan sedikitnya 26 nama yang berkaitan dengan perkara tersebut.

        Seluruh data penting, termasuk rekam jejak komunikasi digital yang dapat mengungkap peran masing-masing pihak, kini sudah berada di tangan penyidik setelah telepon genggam milik Sony disita.

        "(Orang yang terlibat) 26 nama dan lain-lain jadi lebih. Tapi lebih karena untuk mengetahui semua, perlu ada datanya di handphone di mana handphone itu disita oleh penyidik," kata Elza.

        Elza menambahkan, kesaksian penting dari Sony ini nantinya akan dituangkan secara mendalam ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Meski masih merahasiakan identitas detailnya dari publik, ia memberikan sinyal bahwa daftar nama yang dicatut oleh kliennya mencakup sejumlah figur penting.

        "Kami sudah minta untuk BAP-nya mem-backup keterangannya (Sony). Ada chatting ada di situ, ada di handphone-nya (Sony)," pungkas Elza.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: