Kredit Foto: Antara/Ampelsa
Kenaikan biaya hidup menjadi faktor utama yang menekan ketahanan finansial rumah tangga di Indonesia. Temuan tersebut terungkap dalam Financial Resilience Index 2026 yang dirilis Sun Life Indonesia berdasarkan survei terhadap 1.000 responden berusia 18 tahun ke atas di seluruh Indonesia pada April 2026.
Hasil survei menunjukkan sebanyak 80% responden merasakan tekanan akibat meningkatnya biaya hidup. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat upaya masyarakat dalam memperbaiki kondisi keuangan jangka panjang.
Survei juga mencatat hanya 14% responden yang merasa sangat aman secara finansial. Sementara itu, hanya 45% responden yang mengaku mampu bertahan lebih dari enam bulan tanpa penghasilan, yang mengindikasikan masih terbatasnya bantalan keuangan sebagian besar rumah tangga di Indonesia.
Di tengah tekanan ekonomi, masyarakat cenderung memprioritaskan kebutuhan jangka pendek dibandingkan perencanaan keuangan jangka panjang. Sebanyak 48% responden mengaku belum memiliki rencana keuangan jangka panjang atau hanya merencanakan kondisi keuangan hingga satu tahun ke depan.
Selain itu, 56% responden menjadikan pengelolaan pengeluaran sehari-hari sebagai prioritas utama dalam 12 bulan mendatang, mengungguli tujuan keuangan lain seperti menabung, berinvestasi, maupun mempersiapkan dana pensiun.
Survei yang sama juga menemukan sekitar 30% responden masih kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sekaligus memperbaiki kondisi keuangan mereka. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pendapatan yang tidak stabil serta terbatasnya literasi keuangan.
Untuk menghadapi tekanan ekonomi, masyarakat melakukan berbagai penyesuaian, mulai dari menggunakan tabungan yang dimiliki, mengurangi pengeluaran, hingga menunda kontribusi dana pensiun.
Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, mengatakan temuan tersebut mencerminkan tantangan yang dihadapi masyarakat dalam menyeimbangkan kebutuhan keuangan saat ini dengan tujuan keuangan jangka panjang.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Stimulus Redam Dampak Pertamax Naik, Daya Beli dan Inflasi Jadi Sorotan
Baca Juga: Amartha Perketat Pembiayaan UMKM di Tengah Pelemahan Daya Beli dan Ekonomi
“Temuan ini mencerminkan bagaimana banyak masyarakat Indonesia menyeimbangkan kebutuhan finansial jangka pendek dengan tujuan jangka panjang. Di tengah perubahan kondisi ekonomi, kesiapan finansial menjadi kunci utama untuk membangun ketahanan finansial,” ujar Albertus dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan secara berkelanjutan menjadi faktor penting untuk meningkatkan ketahanan finansial masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi dan kenaikan biaya hidup.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: