Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ikut Buyback Saham, UVCR Kucurkan Rp1,5 Miliar Demi Serap 11 Juta Saham di Pasar

        Ikut Buyback Saham, UVCR Kucurkan Rp1,5 Miliar Demi Serap 11 Juta Saham di Pasar Kredit Foto: Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Trimegah Karya Pratama Tbk. (UVCR) atau Ultra Voucher menyiapkan dana maksimal Rp1,5 miliar untuk melaksanakan pembelian kembali (buyback) hingga 11 juta saham. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung program kepemilikan saham bagi manajemen dan karyawan (Employee Stock Ownership Program/ESOP).

        Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, pelaksanaan buyback akan berlangsung secara bertahap selama tiga bulan, mulai 11 Juni hingga 12 September 2026 melalui transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

        Perseroan menargetkan pembelian kembali sebanyak-banyaknya 11 juta saham yang merupakan bagian dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Jumlah tersebut masih berada dalam batas ketentuan regulator dan tidak melebihi 20% dari modal disetor.

        Dana buyback seluruhnya berasal dari laba bersih tahun buku 2025. Anggaran sebesar Rp1,5 miliar tersebut belum termasuk biaya transaksi, komisi perantara perdagangan efek, dan biaya lain yang terkait dengan pelaksanaan buyback.

        Manajemen menjelaskan seluruh saham hasil buyback akan dimasukkan ke dalam ESOP Pool untuk dialokasikan kepada manajemen dan karyawan terpilih dengan periode vesting hingga lima tahun sesuai kebijakan internal perseroan.

        Menurut perseroan, program tersebut bertujuan meningkatkan keselarasan kepentingan antara manajemen, karyawan, dan pemegang saham guna mendukung kinerja perusahaan dalam jangka panjang.

        Aksi korporasi tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 21 Mei 2026.

        Perseroan menilai pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun operasional perusahaan. Berdasarkan simulasi laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026, total aset diperkirakan turun dari Rp271,34 miliar menjadi Rp269,84 miliar setelah alokasi dana buyback.

        Sementara itu, total ekuitas diproyeksikan berkurang dari Rp107,87 miliar menjadi Rp106,37 miliar. Adapun laba bersih tahun berjalan diperkirakan tetap berada di level Rp4,25 miliar.

        Baca Juga: Usai Dihantam Aksi Jual, OJK Harap Buyback Jadi Mesin Rebound Bursa

        Baca Juga: Saham Himbara Bakal di Buyback, OJK Ingatkan Maksimal 20% Modal Disetor

        Dari sisi struktur permodalan, jumlah saham beredar diperkirakan berkurang dari 2,00 miliar saham menjadi 1,99 miliar saham setelah 11 juta saham dialihkan menjadi saham tresuri (treasury stock).

        Perseroan memperkirakan perubahan tersebut akan meningkatkan laba per saham (earnings per share/EPS) dari Rp2,129 menjadi Rp2,141 per saham.

        Selama periode buyback berlangsung, perseroan juga menerapkan pembatasan transaksi bagi pihak yang memiliki akses terhadap informasi orang dalam, termasuk komisaris, direksi, karyawan, dan pemegang saham utama, sesuai ketentuan pasar modal yang berlaku.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: