Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Politikus PDI-P, Guntur Romli, menegaskan bahwa Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak lagi menjadi bagian dari partai sejak Desember 2024.
Ia menyebut Jokowi dipecat bersama Gibran Rakabuming, Bobby Nasution, dan 27 kader lain karena dianggap melanggar konstitusi, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), serta aturan internal partai.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas langkah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berencana menempatkan Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina.
Guntur menekankan bahwa Jokowi bukan mundur, melainkan dipecat, sehingga urusan bergabungnya Jokowi dengan partai lain bukan lagi ranah PDI-P.
"Jokowi bukan hanya tidak lagi bersama PDI Perjuangan, tapi Jokowi sudah dipecat oleh PDI Perjuangan, bersama Gibran, Bobby dan 27 orang lainnya pada Desember 2024, karena pelanggaran konsitusional, pelanggaran terhadap AD/ART dan peraturan partai. Jadi Jokowi bukan keluar dari PDI Perjuangan atau mundur, tapi dipecat karena pelanggaran," ujar Guntur, dikutip Senin (15/6).
Ia juga menyinggung kembali sikap sebagian pendukung Jokowi yang dulu menolak sebutan “petugas partai” saat Jokowi masih di PDI-P.
"Cuma mau mengingatkan dulu pendukung Jokowi tidak mau Jokowi disebut 'petugas partai' saat bersama PDI Perjuangan, itu ejekan katanya. Maka dengan Jokowi masuk partai hanya untuk kepentingan elektoral partai itu, artinya ludah dijilat di sini," jelasnya.
Baca Juga: 'Langka di Partai Itu,' Politikus Sekaliber Jokowi Diklaim Akan Sulit Didapatkan Lagi PDIP
Sementara itu, PSI memastikan Jokowi segera resmi bergabung. Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menyebut prosesnya tinggal menunggu seremoni penjaketan sebagai simbol bergabungnya Jokowi. Ia menilai momen tersebut akan menjadi sejarah bagi PSI karena Jokowi akan menempati posisi paling terhormat dalam struktur partai.
"Jadi ini hanya tinggal menunggu hari, tanggal, jam saja dan kesempatan ketua umum, kesempatan Pak Jokowi untuk kemudian yang disampaikan oleh Bu Grace kemarin, akan ada penjaketan. Ya, tunggu waktu saja sedikit lagi," ujar Bestari
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya