Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Connie Bakrie: Suruh Teddy Libur Dulu, Biar Prabowo Jadi Presiden Beneran

        Connie Bakrie: Suruh Teddy Libur Dulu, Biar Prabowo Jadi Presiden Beneran Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Akademisi sekaligus pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie mendorong agar peran Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dinonaktifkan untuk sementara.

        Connie mengungkapkan, publik menilai presiden sesungguhnya bukan Prabowo Subianto, melainkan Teddy, karena seluruh akses informasi berada di tangannya.

        "Semua akses ke beliau itu ditutup. Jadi the real president itu adalah Teddy. Orang sudah sampai — bukan saya yang nyimpulin — kalau saya baca sosial media, sudah kayak begitu ya," ungkap Connie dalam kanal YouTube Refly Harun, dikutip Senin (15/6).

        Ia menyarankan agar Teddy diberi cuti agar Prabowo benar-benar bisa menjalankan peran sebagai kepala negara. 

        "Cobalah si Teddy ini suruh liburan dulu ke mana. Enggak tahu. Atau ditaruh aja dulu di bunker di bawah tanah, suruh berapa lama ya. Pokoknya presiden suruh jadi presiden dulu sendirian. Iya. Nah, coba kita lihat," imbuhnya.

        Ia menegaskan, dirinya yakin Prabowo tidak seburuk yang digambarkan.

        "Karena saya yakin presiden itu enggak sebegini parahnya. Apakah dia akan tetap begini — dengan melihat keadaan negara dikorbankan hanya untuk ambisi proyek-proyek yang, mohon maaf ya, buat sebagian besar orang yang diuntungkan?" tandasnya.

        Baca Juga: Klaim Hemat APBN Rp300 Triliun, Kepala Bakom Minta Mahasiswa Dukung Prabowo Lawan Kebocoran Anggaran

        Sebagai informasi, Teddy dianggap sebagai penyaring informasi utama bagi Presiden Prabowo semenjak ia menjabat sebagai Seskab.  Ia mengatur jadwal pertemuan sekaligus menyeleksi pejabat atau menteri yang ingin bertemu langsung dengan Prabowo.

        Kebijakan penyaringan ini disebut bertujuan melindungi presiden dari beban laporan kementerian. Namun, sejumlah menteri senior dan jenderal mengeluhkan sulitnya berkomunikasi langsung dengan Prabowo karena harus melewati birokrasi ketat di bawah kendali Teddy.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: