Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Viral Disebut Kabur dari Forum UGM, Sudaryono Tegaskan Pemerintah Tak Anti Kritik

        Viral Disebut Kabur dari Forum UGM, Sudaryono Tegaskan Pemerintah Tak Anti Kritik Kredit Foto: Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Viralnya tudingan bahwa Wakil Menteri Pertanian Sudaryono meninggalkan forum diskusi mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM) memunculkan beragam reaksi di ruang publik. Menanggapi hal itu, Sudaryono menegaskan kehadirannya dalam forum tersebut justru untuk berdialog dan mendengar langsung kritik dari mahasiswa.

        Menurut Sudaryono, agenda diskusi yang digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM bukan kegiatan yang muncul secara mendadak. Ia menyebut acara tersebut telah direncanakan sebelumnya dan mendapat izin dari pihak kampus.

        Dalam forum itu, Sudaryono hadir bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko. Ketiganya disebut datang dengan tujuan membuka ruang diskusi secara terbuka.

        Sudaryono mengatakan sejak awal para narasumber telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyampaikan pertanyaan maupun kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Ia menegaskan tidak ada pembatasan topik dalam forum tersebut.

        "Ditanya apa saja tidak masalah. Diadili seperti apa saja juga tidak masalah. Kami hadir untuk berdialog secara demokratis," ujarnya.

        Ia menjelaskan diskusi sempat berlangsung selama sekitar 30 hingga 40 menit. Namun di tengah jalannya acara, situasi berubah setelah muncul sekelompok peserta yang menginginkan forum dihentikan.

        Menurut Sudaryono, kondisi tersebut membuat suasana diskusi tidak lagi kondusif. Padahal, kata dia, masih banyak mahasiswa yang ingin melanjutkan dialog dan mendengarkan penjelasan dari para narasumber.

        Meski situasi memanas, Sudaryono mengaku tetap berupaya mempertahankan forum agar diskusi dapat berjalan. Ia menilai dialog merupakan cara terbaik untuk menjembatani perbedaan pandangan antara pemerintah dan masyarakat.

        Karena kondisi terus memburuk, pihak keamanan akhirnya menyarankan para narasumber meninggalkan lokasi. Sudaryono menegaskan langkah tersebut bukan karena dirinya menghindari pertanyaan atau kritik yang disampaikan mahasiswa.

        Ia bahkan membantah anggapan yang menyebut dirinya dan rombongan kabur dari forum. Menurutnya, setelah keluar dari lokasi, mereka kembali menemui mahasiswa untuk melanjutkan komunikasi.

        "Kalau ada yang mengatakan Sudaryono dan Nusron kabur, itu tidak tepat. Justru kami yang datang untuk berdiskusi," katanya.

        Dalam kesempatan itu, Sudaryono juga menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tidak menutup diri terhadap kritik. Ia menilai perbedaan pendapat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

        Menurutnya, setiap warga negara berhak menyampaikan pandangan maupun keberatan terhadap kebijakan pemerintah. Namun, kebebasan tersebut juga harus dibarengi dengan penghormatan terhadap hak orang lain untuk menyampaikan pendapat.

        "Kalau ada yang keliru, kita perbaiki. Itu cerminan demokrasi. Orang boleh punya pendapat, tetapi juga harus menghargai pendapat orang lain," ujarnya.

        Sudaryono juga menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa yang datang dengan harapan bisa berdialog secara lebih panjang, tetapi tidak dapat mengikuti forum secara maksimal akibat situasi yang berkembang.

        Ia memastikan pemerintah tetap membuka ruang komunikasi dengan mahasiswa maupun kelompok masyarakat lainnya. Bahkan, ia menyatakan kesediaannya untuk kembali menghadiri forum serupa apabila mendapat undangan di kemudian hari.

        Baca Juga: PDIP soal Viral Eks Ketua BEM UGM Diintai Lewat GPS, 'Ini Bentuk Teror Psikologis yang Nyata'

        Bagi Sudaryono, dialog harus tetap menjadi sarana utama untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, ia berharap perbedaan pandangan tidak menghalangi terciptanya komunikasi yang konstruktif antara pemerintah dan publik.

        Menutup keterangannya, Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah akan terus membuka diri terhadap kritik, masukan, maupun evaluasi dari masyarakat sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: