- Home
- /
- EkBis
- /
- Agribisnis
Petani Tebu Ancam Bongkar Lahan, Amran Pastikan Program Pembibitan Tebu Kembali Jalan Tahun Ini
Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan keterlambatan distribusi bibit tebu yang sempat dikeluhkan petani terjadi akibat belum siapnya Kebun Bibit Datar (KBD) pada tahun lalu.
Penjelasan tersebut disampaikan menyusul keluhan sejumlah petani tebu yang mengancam membongkar lahan ratoon karena pasokan bibit dinilai terlambat diterima.
"Tahun ini lagi berjalan (distribusi bibit tebu). Tahun lalu terkendala karena persiapan KBD atau Kebun Bibit Datar belum siap," ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Rabu (17/6/2026).
Menurut Amran, program pembibitan tahun lalu menghadapi kendala karena pencairan anggaran yang terjadi dalam waktu singkat tidak diikuti kesiapan lahan pembibitan.
"Karena anggaran turun secara mendadak, KBD yang tersedia tidak mencukupi. Namun tahun ini kondisinya sudah siap," katanya.
Ia memastikan program pembibitan tebu kembali dilanjutkan pada tahun ini seiring kesiapan infrastruktur pembibitan yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam kesempatan yang sama, Amran juga menegaskan aturan penyaluran pupuk bersubsidi yang hanya diperuntukkan bagi petani skala kecil.
Menurutnya, penerima pupuk bersubsidi dibatasi pada petani yang mengelola lahan antara dua hingga maksimal lima hektare per orang.
"Kalau luas lahannya di atas itu, sudah masuk kategori pengusaha," ujarnya.
Baca Juga: Amran Larang Tanam Komoditas yang Tak Sesuai Daerah dalam Proyek Perkebunan Jumbo Rp10 Triliun
Amran menjelaskan pembatasan tersebut diterapkan untuk memastikan subsidi pupuk tepat sasaran dan benar-benar diterima petani yang membutuhkan dukungan pemerintah.
"Jatahnya biasanya dua hektare sampai maksimal lima hektare untuk satu orang. Kalau di atas itu sudah termasuk pengusaha," katanya.
Kementerian Pertanian berharap percepatan distribusi bibit tebu dan penyaluran pupuk bersubsidi yang lebih tepat sasaran dapat mendukung peningkatan produktivitas tebu nasional serta menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku industri gula.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: