- Home
- /
- EkBis
- /
- Agribisnis
Kementan Siapkan 100 Ribu Hektare Lahan demi Akhiri Ketergantungan Impor Bawang Putih
Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) dan pemerintah daerah untuk mempercepat pengembangan lahan bawang putih nasional guna mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan kerja sama dilakukan dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN), Perum Bulog, dan ID Food sebagai bagian dari strategi mencapai swasembada bawang putih dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
Menurutnya, salah satu upaya yang tengah dijajaki adalah pemanfaatan lahan perkebunan yang sudah tidak produktif, termasuk sebagian area bekas kebun teh di Jawa Barat.
"Salah satunya kami sedang berbicara dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengenai kemungkinan mengonversi sebagian kebun teh yang sudah tidak beroperasi di kawasan Bandung menjadi lahan bawang putih," ujar Sudaryono kepada wartawan di Kantor Kementerian Pertanian, Rabu (17/6/2026).
Ia menjelaskan Bulog dan ID Food akan berperan sebagai off-taker hasil produksi dan pembibitan, sementara PTPN dilibatkan dalam penyediaan serta identifikasi lahan yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya bawang putih.
"Off-taker dari program pembibitan ini adalah ID Food dan Bulog. Sementara PTPN dilibatkan dalam pengembangan dan penyediaan lahan tanam," katanya.
Sudaryono mengungkapkan pemerintah telah mengidentifikasi kebutuhan sekitar 100 ribu hektare lahan untuk mendukung target swasembada bawang putih.
Menurutnya, tantangan utama saat ini bukan hanya ketersediaan lahan, tetapi juga penyediaan bibit unggul, pemilihan varietas yang sesuai dengan kondisi wilayah, serta waktu yang dibutuhkan hingga produksi dapat berjalan optimal.
"Kementerian Pertanian sudah mengidentifikasi kebutuhan lahan sekitar 100.000 hektare. Tantangannya sekarang adalah pembibitan, varietas yang sesuai dengan lokasi, dan waktu pengembangannya," ujarnya.
Pemerintah sebelumnya menargetkan swasembada bawang putih dalam tiga hingga empat tahun sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Target tersebut dinilai penting mengingat lebih dari 90% kebutuhan bawang putih nasional saat ini masih dipenuhi melalui impor.
"Sekitar lebih dari 90 persen kebutuhan bawang putih kita masih berasal dari impor. Karena itu Presiden menginginkan komoditas strategis ini dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri," kata Sudaryono.
Saat ini pemerintah telah memiliki sejumlah sentra pengembangan bawang putih, antara lain di Sembalun, Nusa Tenggara Barat, Temanggung, Jawa Tengah, dan Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Kawasan-kawasan tersebut akan menjadi bagian dari penguatan produksi nasional menuju swasembada.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: