Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Industri Kreatif Yogyakarta Tembus Pasar Global Lewat Teknologi RFID dan Blockchain

        Industri Kreatif Yogyakarta Tembus Pasar Global Lewat Teknologi RFID dan Blockchain Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Yogyakarta dikenal sebagai salah satu pusat industri kreatif nasional dengan produk unggulan yang telah menembus pasar internasional, mulai dari mebel, home decor, hingga berbagai produk berbasis batik. Namun, di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap transparansi, keberlanjutan, dan ketertelusuran produk, pelaku usaha di daerah ini kini menghadapi tantangan baru.

        Tantangan tersebut tidak lagi sebatas menjaga kualitas produk, tetapi juga kemampuan membuktikan asal-usul, keaslian, dan proses produksi secara digital.

        Menjawab kebutuhan tersebut, PERURI menghadirkan solusi terintegrasi PERURI RFID Blockchain melalui kolaborasi antara PERURI Smart Card, PERURI Digital Security, dan PUNDI. Teknologi ini memungkinkan setiap produk memiliki identitas digital unik, jaminan keaslian, serta Digital Product Passport yang dapat diverifikasi secara global.

        CEO PUNDI Group dan INA Trading, Amiranto Adi Wibowo, mengatakan Digital Product Passport kini menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha yang ingin memperluas pasar ekspor.

        "Digital Product Passport wajib dimiliki oleh pelaku usaha karena pembeli membutuhkan kepastian asal usul produk dan keaslian dokumen ekspor," ujar Amiranto dalam Seminar & Kurasi Jaminan Ke-ASLI-an Produk Yogyakarta dengan PERURI RFID Blockchain & Kurasi di Yogyakarta, 12 Juni 2026.

        Acara tersebut turut dihadiri Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PERURI Fajar Rizki serta Ketua YAPETRI Syahril.

        Selain menyediakan informasi mengenai asal-usul dan keaslian produk, platform INA Trading juga memungkinkan pelaku usaha mencatat jejak karbon yang dihasilkan sepanjang proses produksi. Data emisi yang berasal dari transportasi berbahan bakar fosil, konsumsi energi selama proses pengolahan, hingga aktivitas manufaktur dapat dihitung dan direkam secara transparan.

        Langkah ini dinilai penting mengingat pembeli internasional kini tidak hanya mempertimbangkan kualitas produk, tetapi juga dampak lingkungan dari proses produksinya.

        CEO PERURI Smart Card, Muchrizal, menjelaskan teknologi RFID memungkinkan setiap produk memiliki rekam jejak digital yang terdokumentasi sejak tahap awal produksi hingga siap diekspor.

        Menurut dia, produk kerajinan bambu dari Yogyakarta, misalnya, dapat memiliki catatan digital lengkap mulai dari budidaya bahan baku, proses panen, transportasi menuju fasilitas pengolahan, pengeringan, produksi oleh perajin, hingga distribusi ke pasar internasional.

        Ketika produk telah sampai ke tangan konsumen, RFID yang tertanam pada produk dapat dipindai untuk menampilkan berbagai informasi, seperti asal bahan baku, identitas perajin, lokasi produksi, material yang digunakan, jejak karbon, sertifikasi, hingga status keaslian produk yang telah diverifikasi melalui teknologi blockchain.

        Sementara itu, PERURI Digital Security menyediakan teknologi digital sign, smart contract, dan sistem keamanan digital untuk memastikan data produk tetap terlindungi dan terpercaya. Adapun PUNDI menyediakan infrastruktur blockchain dan platform digital yang memungkinkan seluruh perjalanan produk tercatat secara transparan dan tidak dapat dimanipulasi melalui aplikasi INA Trading.

        Implementasi teknologi tersebut menjadi semakin relevan seiring berkembangnya berbagai regulasi internasional terkait Digital Product Passport, ketertelusuran rantai pasok, pelaporan keberlanjutan, ESG, ekonomi sirkular, dan transparansi perdagangan di berbagai kawasan, termasuk Uni Eropa, Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan Korea Selatan.

        Pelaku usaha yang tidak mampu membuktikan asal-usul, keberlanjutan, dan keaslian produknya secara digital berpotensi menghadapi hambatan perdagangan, penolakan pasar, hingga kehilangan peluang di pasar ekspor bernilai tinggi.

        Pemerhati blockchain, Ginung Pratidina, mengatakan penerapan teknologi ini dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

        "Melalui PERURI RFID Blockchain, kami ingin memastikan bahwa produk-produk Indonesia tidak hanya dikenal karena kualitas dan keindahannya, tetapi juga memiliki identitas digital yang terpercaya, dapat diverifikasi secara global, dan siap memenuhi standar perdagangan internasional yang terus berkembang," ujar Ginung.

        Bagi pelaku UMKM, koperasi, industri, dan BUMN, solusi ini dinilai mampu memberikan nilai tambah melalui perlindungan merek dari pemalsuan, peningkatan kepercayaan konsumen, serta penguatan daya saing ekspor.

        Baca Juga: UMKM Indonesia Bisa Masuk Pasar Blockchain dengan RFID yang Digagas BUMN Lintas Sektor

        Dengan menggabungkan teknologi RFID, blockchain, smart contract, dan pelacakan jejak karbon dalam satu ekosistem terintegrasi, PERURI RFID Blockchain diharapkan menjadi fondasi baru transformasi industri nasional menuju perdagangan yang lebih transparan, berkelanjutan, dan kompetitif di pasar global.

        Produk yang lolos proses kurasi dalam kegiatan tersebut nantinya dapat dipasarkan ke Eropa dengan tambahan stiker PERURI RFID Blockchain pada setiap produk, sehingga memudahkan pembeli untuk memverifikasi informasi keaslian dan asal-usul produk secara digital.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: