UMKM Indonesia Bisa Masuk Pasar Blockchain dengan RFID yang Digagas BUMN Lintas Sektor
Kredit Foto: WE
Dengan jumlah mencapai 65,5 juta unit usaha dan kualitas produk tinggi, UMKM Indonesia tidak hanya menghadapi persaingan ketat tetapi juga ancaman pemalsuan.
Sebagai langkah antisipasi sekaligus strategi memperkuat daya saing ekspor, SMESCO bersama INA Trading resmi menerapkan teknologi PERURI Smart Card - RFID Blockchain untuk produk UMKM binaan yang akan dipasarkan ke Eropa, khususnya Portugal dan Belanda.
INA Trading bersama Kementerian UMKM dan SMESCO sebelumnya melakukan kurasi terhadap sejumlah produk unggulan seperti dompet, tas, sepatu, dan scarf dari merek Miumosa dan Mamnich yang diminati pasar Eropa.
Produk yang lolos kurasi kemudian dipasangi teknologi Radio Frequency Identification (RFID) yang disematkan di dalam produk dan terhubung dengan sistem blockchain.
Teknologi tersebut memungkinkan setiap produk memiliki Data Digital Passport yang memuat informasi lengkap mengenai siklus hidup produk, bahan baku, sertifikat, jejak karbon, token digital, informasi deforestasi, hingga koordinat geolokasi.
Melalui sistem ini, pembeli di Casa Da Indonesia di Porto, Portugal, dapat memastikan keaslian produk Indonesia hanya dengan memindai produk menggunakan aplikasi INA Trading.
Hasil pemindaian akan menampilkan Data Digital Passport dan Token ID yang tercatat dalam ekosistem blockchain.
Secara ekonomi, penerapan teknologi ini dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan kepercayaan pasar internasional terhadap produk UMKM Indonesia. Selain memperkuat perlindungan terhadap pemalsuan produk, sistem digital tersebut juga membuka peluang UMKM memenuhi standar transparansi dan keterlacakan yang kini menjadi syarat utama perdagangan di Uni Eropa.
Penerapan RFID Blockchain juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi sejumlah regulasi Uni Eropa yang diterapkan bertahap menuju 2030, seperti Digital Product Passport, Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM), dan EU Deforestation Regulation.
Uni Eropa sendiri mulai mengembangkan sistem blockchain untuk aktivitas ekspor-impor melalui European Blockchain Services Infrastructure (EBSI) guna mendukung pelacakan dan autentikasi logistik lintas negara.
Karena itu, SMESCO memastikan produk yang dikurasi bersama INA Trading telah memenuhi standar ekspor internasional.
“Teknologi ini terintegrasi dengan blockchain sehingga setiap produk yang menggunakan RFID mempunyai Token ID dan TX Hash menjadi Data Product Passport yang dibutuhkan regulator European Blockchain Services Infrastructure di Eropa,” ujar Muchrizal, Direktur PERURI Smart Card dalam acara INABUYER B2B2G 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Kementerian UMKM, Loto Srinaita Ginting, menyerahkan secara simbolis produk SMESCO yang telah dilengkapi teknologi RFID Blockchain kepada Muchrizal untuk dikirim ke Casa Da Indonesia di Porto, Portugal.
Menariknya, produk-produk Indonesia yang dipasarkan di Casa Da Indonesia nantinya juga dapat dibeli menggunakan cryptocurrency melalui mesin EDC VISA yang terhubung dengan ekosistem European Blockchain Services Infrastructure.
“Agar dapat memasuki pasar Uni Eropa secara kompetitif, produk Indonesia wajib memenuhi berbagai regulasi utama seperti Digital Product Passport di bawah regulasi Ecodesign for Sustainable Products Regulation (ESPR) yang berlaku sejak 18 Juli 2024 dan diimplementasikan bertahap hingga 2030,” ujar Amiranto.
Ia menambahkan bahwa regulasi lain seperti EU Deforestation Regulation dan Corporate Sustainability Due Diligence Directive (CSDDD) juga mewajibkan transparansi rantai pasok, identitas produk digital, dan sistem keterlacakan menyeluruh.
Baca Juga: Menteri UMKM Larang Marketplace Naikkan Biaya Layanan Sesuka Hati
“Seluruh regulasi ini mensyaratkan identitas produk digital, keterlacakan end-to-end, serta standar identifikasi produk global agar produk dapat diterima dan beredar di pasar Eropa,” lanjut Amiranto yang juga CEO PUNDI Group.
Pengembangan sistem jaminan keaslian produk ekspor Indonesia melalui aplikasi INA Trading dilakukan melalui kolaborasi sejumlah pihak, antara lain PERURI Smart Card, PERURI Digital Security, PUNDI Group, EQBR Korea, Kementerian UMKM, SMESCO, BLOCKTOGO, Indonesia In Your Hand (Eropa), dan Mindsground.
Lewat kolaborasi, SMESCO dan INA Trading menargetkan nilai ekspor produk UMKM mencapai Rp1,5 miliar sepanjang 2026. Untuk mencapai target itu, teknologi blockchain dijadikan tulang punggung utama dalam sistem pelacakan rantai pasok dan Digital Product Passport berbasis RFID yang memuat data siklus hidup produk, bahan baku, hingga jejak karbon.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: