Rocky Gerung Bongkar Creeping Militarism: Pelan-pelan Tentara Masuk ke Semua Urusan Sipil
Kredit Foto: Instagram Rocky Gerung Official
Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti fenomena creeping militarism atau militer yang perlahan-lahan merambah ke ranah sipil di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Rocky membandingkan kondisi saat ini dengan masa Orde Baru di bawah Presiden Soeharto. Menurutnya, kala itu bukan lagi creeping militarism, melainkan militerisme penuh.
"Di zaman Pak Harto enggak ada creeping militarism — langsung militarism. Kalau ini kan merangkak. Creeping militarismnya merangkak tuh — berupaya untuk pamer sebetulnya bahwa kami ada di mana-mana loh gitu. Lalu mulai terlihat — oh ini creeping. Lalu analis menganggap itu creeping militarism," ungkapnya dalam kanal YouTube Total Politik, dikutip Kamis (18/6).
Rocky menambahkan, fenomena creeping militarism mulai terlihat jelas sehingga analis pun menganggapnya sebagai tanda militer merambah ke sipil. Namun, menurutnya, proses itu bisa berhenti sewaktu-waktu.
"Tapi nanti satu waktu — creeping itu kan dia bisa berhenti. Nanti ini ada karang nih — berhenti dia merangkak. Oh ternyata sebelah kiri itu udah enggak ada pegangan buat kiri — buat merangkak — dia berhenti. Enggak ada ininya ya buat apa ya — salah jalur — ya udah salah, dia balik lagi kan," jelasnya.
Karena itu, Rocky menilai creeping militarism bukanlah desain negara, melainkan improvisasi aparat di lapangan. "Jadi enggak mungkin creeping militarism itu didesain. Itu keadaan voluntaristik aja," tegasnya.
Baca Juga: Rp218,2 M Dana Talangan Raib, Kepala BGN: Itu Urusan Pribadi!
Sebagai contoh, ia menyebut keterlibatan tentara dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun penanganan kasus begal.
"Di dalam MBG dia creeping. Di dalam tadi soal begal dia creeping. Tapi ya enggak mungkinlah pikiran militer selalu creeping kan. Dia mau yang pasti jalurnya — creeping itu kan merangkak karena keadaan mendesak — itu dia creeping aja," tandasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: