BI Rate Naik, Amar Bank Pilih Tahan Suku Bunga Kredit dan Simpanan
Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
PT Bank Amar Indonesia Tbk. (Amar Bank) memastikan tidak akan langsung menyesuaikan suku bunga kredit maupun simpanan setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%.
Senior Vice President Finance Amar Bank, David Wirawan, mengatakan penetapan suku bunga perseroan tidak semata-mata mengikuti pergerakan BI Rate, melainkan juga mempertimbangkan kondisi pasar, biaya dana (cost of fund), serta kebutuhan nasabah.
"Jadi kita tidak akan langsung menyesuaikan suku bunga kita," ujar David dalam Paparan Publik Amar Bank di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, Amar Bank akan tetap menjaga tingkat bunga yang kompetitif guna mempertahankan permintaan pembiayaan di tengah tantangan perlambatan ekonomi.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17–18 Juni 2026 memutuskan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. Sejalan dengan itu, suku bunga Deposit Facilitynaik menjadi 4,75%, sedangkan Lending Facility meningkat menjadi 6,50%.
David menilai Amar Bank memiliki ruang yang cukup untuk mempertahankan kebijakan suku bunga yang kompetitif karena didukung kondisi likuiditas dan permodalan yang kuat.
Pada kuartal I-2026, dana pihak ketiga (DPK) perseroan tumbuh 115,46% secara tahunan. Sementara itu, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat mencapai 99,17%.
Baca Juga: Amar Bank Bagikan 78% Laba untuk Dividen, Investor Kantongi Rp6,11 per Saham
Baca Juga: Tok! Suku Bunga Acuan BI Naik Lagi 25 Bps Jadi 5,75% di Juni 2026
Menurutnya, pertumbuhan DPK yang signifikan membantu perusahaan mengelola biaya dana secara lebih efisien sehingga profitabilitas tetap terjaga tanpa harus terburu-buru menaikkan bunga kepada nasabah.
Kondisi tersebut tercermin pada kinerja keuangan Amar Bank yang membukukan laba bersih sebesar Rp71,12 miliar pada kuartal I-2026, tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Di sisi lain, penyaluran kredit bruto tumbuh 30,62% secara tahunan menjadi Rp4,16 triliun, melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: