Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Putin Tawarkan Jaminan Pasokan Energi Jangka Panjang untuk Malaysia

        Putin Tawarkan Jaminan Pasokan Energi Jangka Panjang untuk Malaysia Kredit Foto: Antara/Virna Puspa Setyorini
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Rusia menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama jangka panjang dengan Malaysia dalam pasokan minyak dan energi. Komitmen tersebut disampaikan setelah pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

        Melalui akun X miliknya, Anwar mengungkapkan bahwa sektor energi menjadi salah satu fokus utama pembahasan dalam upaya memperkuat hubungan ekonomi bilateral kedua negara.

        “Saya juga menyinggung isu perluasan kerja sama ekonomi, termasuk apresiasi atas kesiapan Rusia untuk menjamin kerja sama jangka panjang dalam pasokan energi dan minyak,” tulis Anwar.

        Menurut dia, kolaborasi di bidang energi merupakan sektor strategis yang menjadi kepentingan bersama bagi Malaysia dan Federasi Rusia, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang.

        Anwar menjelaskan, pertemuannya dengan Putin berlangsung produktif dengan agenda pembahasan yang mencakup berbagai peluang kerja sama bilateral. Namun, isu penjualan dan pasokan energi menjadi salah satu topik utama yang mendapat perhatian kedua pihak.

        Kesediaan Rusia menjamin pasokan minyak dan energi dalam jangka panjang dinilai dapat membuka peluang peningkatan perdagangan energi antara kedua negara sekaligus memperkuat ketahanan energi Malaysia.

        Selain membahas sektor energi, Malaysia dan Rusia juga mengeksplorasi peluang kerja sama di bidang teknologi masa depan, termasuk keamanan siber, ekonomi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pertanian modern, dan industri farmasi.

        Baca Juga: Mobil China Mulai Kuasai Malaysia, Pangsa Pasarnya Kini Melonjak jadi 8,92 Persen

        Kedua negara turut membahas upaya memperluas perdagangan dan investasi bilateral melalui penggunaan mata uang lokal, yakni rubel Rusia dan ringgit Malaysia, sebagai alternatif dalam transaksi ekonomi.

        Pertemuan tersebut menandai langkah baru dalam penguatan hubungan ekonomi Rusia dan Malaysia, dengan sektor energi menjadi salah satu pilar utama kerja sama kedua negara.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: