Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memprioritaskan pembangunan masjid kecil atau tajug di lingkungan permukiman warga sebagai upaya mengembalikan fungsi rumah ibadah sebagai ruang spiritual dan kegiatan keagamaan masyarakat.
Kebijakan tersebut diambil karena Dedi menilai telah terjadi pergeseran fungsi sebagian masjid, dari tempat ibadah menjadi ruang rekreasi dan aktivitas publik yang lebih menonjolkan aspek visual dibandingkan nilai spiritual.
Berbicara di Bandung, Jumat, Dedi mengatakan daya tarik arsitektur masjid saat ini kerap menjadi alasan utama masyarakat berkunjung, sehingga fungsi utama sebagai tempat beribadah dan refleksi diri semakin berkurang.
"Kalau masjid sarana rekreasi, bukan sarana spiritualitas, maka masjid hanya akan menjadi tempat swafoto, bukan tempat tafakur," kata Dedi dikutip dari ANTARA Sabtu, (20/6/2026).
Atas dasar itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengarahkan pembangunan lebih banyak tajug di kawasan padat penduduk agar akses masyarakat terhadap sarana ibadah semakin dekat dan mudah dijangkau.
Menurut Dedi, Jawa Barat telah memiliki banyak masjid megah. Karena itu, pembangunan rumah ibadah ke depan akan difokuskan pada masjid berukuran kecil yang benar-benar dibutuhkan warga dalam aktivitas sehari-hari.
"Kami ingin membangun masjid-masjid kecil di lingkungan masyarakat yang membutuhkannya setiap waktu. Masjid-masjid megah sudah banyak di Jawa Barat," ujarnya.
Dedi menjelaskan pengembangan tajug akan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi dengan melibatkan dukungan berbagai pihak.
Ia menegaskan konsep tersebut bertujuan menghidupkan kembali peran surau sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat tanpa menambah struktur pengelolaan baru.
Baca Juga: Sekolah Negeri Penuh, Pemprov Jabar Ambil Alih Biaya SMA Swasta
"Kami ingin membangun masjid yang ada jamaahnya, tempat anak-anak mengaji, dan menjadi ruang ibadah masyarakat," katanya.
Mantan Bupati Purwakarta itu menilai nilai ibadah tidak ditentukan oleh kemegahan bangunan, melainkan oleh kualitas hubungan spiritual seseorang dengan Tuhan.
Menurutnya, kedekatan spiritual tidak bergantung pada lokasi atau bentuk fisik bangunan, tetapi pada keheningan batin dan kemampuan menghadirkan nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan sehari-hari.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: