'Menunggu di Tikungan,' Israel Tunggu Kesempatan untuk Sabotase Negosiasi Iran-Amerika
Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Upaya diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk merumuskan kesepakatan baru terancam menghadapi hambatan serius. Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan memperingatkan bahwa Israel berpotensi menyabotase proses negosiasi yang saat ini masih berlangsung di Swiss.
Menurut Fidan, setiap peluang perdamaian di Timur Tengah selalu dibayangi risiko intervensi pihak-pihak yang tidak menginginkan tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran.
Baca Juga: 'Dia Harus Jaga Ucapannya,' Presiden Amerika Ngamuk dan Ancam Ambil Seluruh Wilayah Iran
"Selalu ada Israel yang menunggu di tikungan, siap menyabotase proses begitu menemukan kesempatan," kata Fidan, dikutip Senin (22/6).
Peringatan tersebut disampaikan saat perundingan tingkat tinggi antara delegasi AS dan Iran masih berlangsung intensif di Swiss. Kedua negara saat ini sedang berupaya menindaklanjuti memorandum of understanding (MoU) yang sebelumnya disepakati dan menjadi dasar pembicaraan lebih lanjut mengenai isu nuklir, keamanan kawasan, serta stabilitas Selat Hormuz.
Fidan juga mengingatkan bahwa proses negosiasi kemungkinan tidak akan berjalan mulus. Menurutnya, sejumlah isu teknis dan politik yang dibahas memiliki tingkat kerumitan tinggi sehingga berpotensi memunculkan kebuntuan dalam beberapa tahap perundingan.
"Ini adalah isu-isu penting. Mungkin tidak mudah untuk segera menyelesaikan detail teknisnya. Kita bisa melihat kebuntuan dari waktu ke waktu. Kita harus siap menghadapi hal itu," ujarnya.
Diplomat senior Turki itu mengungkapkan dirinya juga telah membahas perkembangan negosiasi tersebut melalui percakapan telepon dengan utusan khusus AS, Steve Witkoff.
Sementara itu, pembicaraan antara delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dengan pejabat Iran dilaporkan terus berlangsung sepanjang hari. Seorang diplomat yang terlibat dalam perundingan mengatakan delegasi kedua negara masih berada di Swiss dan belum meninggalkan meja perundingan.
"Wakil Presiden mendarat sekitar pukul 06.00 pagi dan delegasi kami terus terlibat dalam pertemuan dan negosiasi sejak saat itu," kata diplomat tersebut.
Ia membantah berbagai laporan yang menyebut pembicaraan mengalami kegagalan.
"Berlawanan dengan berbagai laporan yang beredar, delegasi Iran masih berada di sini dan diskusi masih berlangsung. Kami memperkirakan pembicaraan akan terus berjalan hingga malam," ujarnya.
Menurut diplomat itu, pembahasan mencakup upaya mengklarifikasi sikap Iran terkait Selat Hormuz serta penyusunan mekanisme dekonflik untuk memastikan jalur pelayaran strategis tersebut tetap terbuka bagi perdagangan internasional.
Selain itu, kedua pihak juga membahas mekanisme pengawasan gencatan senjata di Lebanon selatan dan seluruh elemen dalam perundingan mengenai program nuklir Iran.
"Kami telah melakukan diskusi intensif mengenai semua elemen kesepakatan nuklir dan akan menjadikan hasil pembicaraan hari ini sebagai titik awal bagi pembicaraan teknis berikutnya," katanya.
Baca Juga: Bikin 18 Halaman Surat Permohonan, Dokter Tifa Minta Dibebaskan dari Kasus Ijazah Jokowi
Peringatan Turki mengenai potensi sabotase dari Israel menambah daftar tantangan yang membayangi perundingan Iran-AS. Di tengah upaya kedua negara mencari titik temu, faktor geopolitik kawasan dan kepentingan para aktor regional dinilai masih berpotensi memengaruhi arah dan keberhasilan proses diplomasi tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: