Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Bawang Putih Masih Memanas, Bawang Merah Mulai Menjinak

        Harga Bawang Putih Masih Memanas, Bawang Merah Mulai Menjinak Kredit Foto: Antara/Henry Purba
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga sejumlah komoditas bumbu dapur menunjukkan pergerakan beragam pada Selasa (23/6/2026). Bawang putih kembali mengalami kenaikan, sementara bawang merah dan berbagai jenis cabai justru mencatatkan penurunan harga di pasar tradisional.

        Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, harga bawang putih ukuran sedang naik 2,11% menjadi Rp43.600 per kilogram. Kenaikan tersebut terjadi di tengah ketergantungan Indonesia terhadap pasokan impor yang masih mendominasi kebutuhan dalam negeri.

        Sebaliknya, harga bawang merah turun 4,19% menjadi Rp52.600 per kilogram dibandingkan hari sebelumnya.

        Komoditas hortikultura lain, khususnya cabai, juga mengalami koreksi harga. Cabai rawit merah tercatat turun 3,71% atau Rp2.800 menjadi Rp72.650 per kilogram.

        Penurunan lebih dalam terjadi pada cabai merah besar yang terkoreksi 7,58% menjadi Rp54.850 per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting turun 1,35% menjadi Rp54.750 per kilogram.

        Di tengah fluktuasi harga tersebut, pemerintah tengah menyiapkan langkah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih yang selama ini mencapai lebih dari 90% kebutuhan nasional.

        Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan pemerintah menargetkan swasembada bawang putih dapat tercapai dalam tiga hingga empat tahun mendatang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

        Menurutnya, bawang putih merupakan salah satu komoditas strategis yang perlu diproduksi di dalam negeri guna memperkuat ketahanan pangan nasional.

        "Sekitar lebih dari 90 persen bawang putih kita adalah impor. Nah, keinginan dari Presiden adalah bagaimana barang yang namanya bawang putih ini, barang pokok penting ini kemudian bisa swasembada," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026).

        Meski demikian, upaya mencapai swasembada masih menghadapi sejumlah tantangan. Pemerintah memperkirakan dibutuhkan sekitar 100 ribu hektare lahan yang sesuai untuk budidaya bawang putih.

        Baca Juga: Harga Telur Turun dan Gula Stabil, UMKM Kuliner Dapat Angin Segar

        Baca Juga: Kementan Siapkan 100 Ribu Hektare Lahan demi Akhiri Ketergantungan Impor Bawang Putih

        Komoditas tersebut hanya dapat tumbuh optimal di wilayah dataran tinggi dengan kondisi iklim tertentu. Saat ini pemerintah telah mengembangkan sejumlah sentra produksi bawang putih, antara lain di Sembalun, Nusa Tenggara Barat, Temanggung, Jawa Tengah, serta Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

        Ketersediaan lahan dan bibit menjadi dua faktor utama yang masih harus diselesaikan pemerintah untuk mempercepat pencapaian target swasembada bawang putih dalam beberapa tahun mendatang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Muhammad Farhan Shatry
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: