Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gaji Rp8 Juta Bikin Heboh, Kementan Bongkar Rekrutmen Sensus Pertanian Palsu!

        Gaji Rp8 Juta Bikin Heboh, Kementan Bongkar Rekrutmen Sensus Pertanian Palsu! Kredit Foto: Kementan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Masyarakat diminta waspada terhadap beredarnya informasi rekrutmen “Petugas Sensus Pertanian 2026” yang mengatasnamakan Kementerian Pertanian (Kementan). Lowongan tersebut ramai beredar di media sosial dan aplikasi percakapan dengan menawarkan gaji fantastis mencapai Rp8 juta per bulan bagi lulusan SMA/sederajat.

        Kementerian Pertanian memastikan informasi tersebut adalah hoaks. Dalam narasi yang beredar, pelaku bahkan mencatut nama Kementan dan menggunakan foto Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk meyakinkan calon korban agar mengakses tautan pendaftaran tertentu.

        Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch. Arief Cahyono, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah membuka rekrutmen sebagaimana yang tertulis dalam pengumuman tersebut.

        “Informasi mengenai rekrutmen Petugas Sensus Pertanian 2026 yang beredar tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks. Kementerian Pertanian tidak pernah menerbitkan pengumuman tersebut dan tidak pernah bekerja sama dengan pihak mana pun untuk melakukan rekrutmen melalui tautan yang beredar,” tegas Arief di Jakarta, Rabu (17/6).

        Dalam informasi palsu itu, masyarakat dijanjikan kesempatan bekerja sebagai petugas sensus pertanian dengan pendapatan antara Rp5 juta hingga Rp8 juta per bulan. Tawaran tersebut kemudian diarahkan ke sebuah tautan pendaftaran yang tidak berasal dari kanal resmi pemerintah.

        Baca Juga: Prabowo Minta Lonjakan Harga Pangan Ditekan, Kementan Gandeng Kopdes Merah Putih Bangun Cold Storage

        Menurut Arief, modus seperti ini perlu diwaspadai karena berpotensi digunakan untuk mengumpulkan data pribadi masyarakat atau bahkan menjadi sarana penipuan berkedok rekrutmen kerja.

        “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengklik tautan tersebut, tidak memberikan data pribadi, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Seluruh informasi resmi Kementerian Pertanian hanya disampaikan melalui website dan akun media sosial resmi Kementerian Pertanian,” ujarnya.

        Arief menjelaskan bahwa pelaksanaan sensus nasional bukan merupakan kewenangan Kementerian Pertanian semata. Karena itu, apabila ada rekrutmen petugas sensus resmi, pengumumannya akan disampaikan melalui instansi yang berwenang dan kanal resmi pemerintah.

        “Kami meminta masyarakat selalu melakukan pengecekan informasi melalui kanal resmi Kementerian Pertanian sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi yang mengatasnamakan Kementan. Jangan mudah tergiur oleh janji gaji besar atau proses rekrutmen yang tidak jelas sumbernya,” katanya.

        Baca Juga: Kementan Siapkan 100 Ribu Hektare Lahan demi Akhiri Ketergantungan Impor Bawang Putih

        Kementerian Pertanian pun mengajak masyarakat untuk semakin kritis dalam menerima informasi di ruang digital. Peningkatan literasi digital dinilai menjadi kunci untuk mencegah penyebaran hoaks sekaligus melindungi masyarakat dari berbagai modus penipuan yang semakin beragam.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: