AI Ubah Cara Masyarakat Menjaga Kesehatan, Era Longevity 5.0 Resmi Dimulai
Kredit Foto: Istimewa
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat terus meningkat. Namun, tantangan terbesar bukan lagi soal pengetahuan, melainkan konsistensi dalam menerapkan gaya hidup sehat sehari-hari. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, layanan kesehatan pun mulai bertransformasi dari pendekatan kuratif menjadi preventif.
Tren ini sejalan dengan perkembangan global yang semakin menitikberatkan pada pencegahan penyakit, peningkatan kualitas hidup, serta pengelolaan kesehatan jangka panjang melalui teknologi digital. Di Indonesia, transformasi tersebut mulai terlihat dengan hadirnya Longevity 5.0, sebuah pendekatan kesehatan berbasis artificial intelligence (AI), cloud computing, dan pengobatan presisi yang dirancang untuk membantu masyarakat hidup lebih sehat, lebih lama, dan tetap produktif.
Konsep ini diperkenalkan oleh Zeroage.life, divisi longevity dari Borderless Healthcare Group (BHG), melalui dua platform khusus gender, yakni SheSpan.life untuk perempuan dan Longevity.men untuk pria.
Pendiri sekaligus Chairman BHG, Dr. Wei Siang Yu, mengatakan bahwa longevity bukan sekadar memperpanjang usia, tetapi memastikan seseorang tetap sehat secara fisik, mental, hormonal, dan sosial di setiap fase kehidupannya.
"Longevity bukan hanya tentang hidup lebih lama, tetapi bagaimana seseorang tetap sehat dan berkualitas sepanjang hidupnya," ujarnya di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Berbeda dengan pendekatan konvensional yang berfokus pada pengobatan saat sakit, Longevity 5.0 mengedepankan pencegahan dan optimalisasi kesehatan sejak dini. Melalui konsep Continuum of Longevity Experiences (CLE), layanan kesehatan terhubung secara menyeluruh mulai dari klinik, resor kesehatan, hingga rumah pasien.
Chief Development Officer Zeroage.life, Dr. Yvonne Wong, menjelaskan bahwa AI menjadi fondasi utama dalam sistem tersebut. Teknologi ini memungkinkan analisis berbagai data kesehatan, mulai dari biomarker, mikrobioma, epigenetik, hingga profil hormonal untuk menghasilkan rekomendasi kesehatan yang lebih personal dan akurat.
"Kami berada di persimpangan antara preventive care dan curative care. Dengan Longevity 5.0, intervensi kesehatan dapat dilakukan lebih awal, bahkan sebelum gejala penyakit muncul," katanya.
Pendekatan berbasis AI ini juga mempertimbangkan kebutuhan biologis yang berbeda antara pria dan wanita. SheSpan.life mengembangkan layanan berdasarkan fase kehidupan perempuan, mulai dari menstruasi, kehamilan, menopause hingga pascamenopause. Sementara Longevity.men berfokus pada optimalisasi vitalitas, kesehatan hormonal, kebugaran, dan kesehatan seksual pria.
Selain melayani masyarakat umum, BHG juga membuka peluang bagi rumah sakit dan klinik di Indonesia untuk bertransformasi menjadi pusat layanan longevity berbasis teknologi. Konsep ini bahkan mulai merambah sektor wellness dan pariwisata melalui pengembangan resor longevity yang menawarkan program kesehatan personal berbasis data dan pendampingan pakar global.
Dengan dukungan AI dan jaringan pakar internasional, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat layanan longevity dan wellness di Asia Tenggara. Era baru kesehatan pun dimulai, ketika menjaga kesehatan tidak lagi dilakukan saat sakit, melainkan menjadi investasi jangka panjang yang dikelola setiap hari.
***************************************
Jakarta, Juni 2026 —
Teknologi AI Dorong Transformasi Kesehatan Preventif di Indonesia
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat terus meningkat, namun tantangan terbesar justru terletak pada konsistensi menjalankan gaya hidup sehat dalam keseharian. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, layanan kesehatan pun mulai bertransformasi dari pola kuratif menjadi preventif.
Pandangan tersebut sejalan dengan tren global di sektor kesehatan yang kini semakin menitikberatkan pada pencegahan penyakit, peningkatan kualitas hidup, dan pengelolaan kesehatan jangka panjang melalui dukungan teknologi digital.
Begitu juga di Indonesia, tren tersenut mulai merebak dan digemari, Sebagai babak baru layanan kesehatan preventif telah dimulai dengan hadirnya Longevity 5.0, sebuah pendekatan kesehatan jangka panjang berbasis artificial intelligence (AI), cloud computing, dan pengobatan presisi yang dirancang untuk membantu masyarakat hidup lebih sehat, lebih lama, dan tetap produktif.
Konsep ini diperkenalkan oleh Zeroage.life, divisi longevity dari Borderless Healthcare Group (BHG), melalui dua platform khusus gender, yakni SheSpan.life untuk perempuan dan Longevity.men untuk pria.
Kehadiran platform ini menandai perubahan besar dalam layanan kesehatan modern. Jika sebelumnya layanan kesehatan lebih banyak berfokus pada pengobatan setelah seseorang sakit, Longevity 5.0 menempatkan pencegahan dan optimalisasi kesehatan sejak dini sebagai prioritas utama.
Pendiri sekaligus Chairman BHG, Dr. Wei Siang Yu, menjelaskan bahwa longevity bukan semata soal memperpanjang usia. “Longevity bukan hanya tentang hidup lebih lama, tetapi bagaimana seseorang tetap sehat secara fisik, mental, hormonal, dan sosial di setiap fase kehidupannya,” ujarnya di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan, bila selama ini, intervensi longevity umumnya masih terpusat di klinik melalui pemeriksaan kesehatan, terapi hormon, suplemen, atau infus vitamin. Namun pada era Longevity 5.0, layanan kesehatan dirancang menjadi lebih personal, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Melalui konsep Continuum of Longevity Experiences (CLE), layanan kesehatan tidak lagi terbatas di rumah sakit atau klinik, tetapi terhubung secara menyeluruh mulai dari klinik, resor kesehatan, hingga rumah pasien.
Model ini memungkinkan pasien di Indonesia terhubung tidak hanya dengan dokter lokal, tetapi juga dengan jaringan pakar longevity global melalui sistem cloud terintegrasi. Dengan demikian, rekomendasi terapi dapat disusun berdasarkan pendekatan multidisiplin dan data kesehatan yang lebih komprehensif.
Chief Development Officer Zeroage.life, Dr. Yvonne Wong, menyebut integrasi AI menjadi fondasi utama Longevity 5.0. AI memungkinkan dokter menganalisis data kesehatan kompleks—mulai dari biomarker, mikrobioma, epigenetik, hingga profil hormonal—untuk menghasilkan rencana kesehatan yang lebih akurat dan personal.
“Kami berada di persimpangan antara preventive care dan curative care. Dengan Longevity 5.0, intervensi kesehatan dapat dilakukan lebih awal, bahkan sebelum gejala penyakit muncul,” katanya.
Pendekatan ini dinilai relevan karena kebutuhan biologis pria dan wanita berbeda pada setiap fase kehidupan. Untuk perempuan, platform SheSpan.life mengembangkan layanan berdasarkan empat fase utama, yakni menstruasi, kehamilan, menopause, dan pascamenopause. Setiap fase membawa perubahan hormonal dan kebutuhan kesehatan yang berbeda. Sementara itu, Longevity.men difokuskan pada optimalisasi vitalitas pria, kesehatan hormonal, kebugaran, hingga kesehatan seksual.
Dr. Yvonne menegaskan bahwa penurunan vitalitas pria seharusnya tidak baru ditangani ketika gejala muncul. “Vitalitas pria perlu dioptimalkan secara proaktif sepanjang hidup, bukan menunggu saat kondisi sudah menurun,” ujarnya.
Selain menghadirkan layanan bagi masyarakat umum, BHG juga membuka peluang transformasi bagi rumah sakit, klinik, dan tenaga kesehatan di Indonesia untuk berkembang menjadi klinik longevity masa depan.
Transformasi ini juga mulai merambah sektor wellness dan pariwisata. Sejumlah resor di Indonesia direncanakan bertransformasi menjadi resor longevity, yang menawarkan program kesehatan berbasis gender dengan protokol personal dari pakar lokal dan global.
Langkah tersebut dinilai membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi wellness di Asia Tenggara. Dengan pasar kesehatan terbesar di kawasan, Indonesia dinilai memiliki potensi kuat menjadi pusat pertumbuhan layanan longevity regional.
Di era baru ini, kesehatan bukan lagi sesuatu yang dicari saat tubuh bermasalah, melainkan investasi jangka panjang yang dikelola setiap hari agar masyarakat dapat hidup lebih sehat, produktif, dan bermakna.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Sufri Yuliardi
Tag Terkait: