Banyak Lulusan Sarjana Sulit Dapat Kerja, Wamendiktisaintek Ungkap Penyebabnya
Kredit Foto: Istimewa
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Fauzan mengungkap masih tingginya angka pengangguran sarjana di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2025, jumlahnya mencapai sekitar 1,1 juta orang.
Pernyataan itu disampaikan dalam Employer Forum 2026 yang digelar Universitas Indonesia. Fauzan menilai fenomena tersebut menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan tinggi.
Menurut Fauzan, banyak lulusan perguruan tinggi masuk ke kondisi yang ia sebut sebagai dunia ambigu. Mereka memiliki ijazah, tetapi belum memiliki kompetensi yang cukup untuk menghadapi kebutuhan nyata di lapangan.
"Artinya dia punya ijazah, tapi dia masuk dalam dunia yang ambigu. Mengapa ambigu? Karena kompetensinya tidak cukup untuk membedah problematika yang ada di sekitarnya," ujar Fauzan.
Ia menilai salah satu penyebab utama kondisi tersebut adalah belum relevannya sebagian sistem pendidikan tinggi dengan perkembangan zaman. Beberapa kampus disebut masih menggunakan pola pembelajaran lama.
"Pendidikan tinggi di Indonesia ini masih menggunakan langgam lama. Dinamika lingkungan dan masyarakat tidak dijadikan sebagai acuan dalam mengembangkan pendidikan tingginya," tuturnya.
Fauzan juga menyoroti perubahan kondisi pasar kerja. Jika dahulu perusahaan berlomba mencari talenta terbaik, kini jutaan lulusan justru bersaing mencari pekerjaan.
Menurutnya, banyak perusahaan menganggap lulusan perguruan tinggi belum siap bekerja. Mereka dinilai masih membutuhkan pelatihan tambahan sebelum terjun ke dunia industri.
"Satu sisi, kita mengatakan lulusan kita siap bekerja, tapi kenyataannya bagi industri mereka hanya siap dilatih," jelasnya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Fauzan mendorong perguruan tinggi membentuk Center of Excellence. Program itu diharapkan dapat dirancang bersama industri agar lulusan lebih mudah terserap dunia kerja.
Ia juga berharap kampus mampu mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing global. Menurutnya, lulusan Indonesia dapat menjadi aset strategis bagi posisi Indonesia di dunia internasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: